source
Sahabat semuanya,
Barangkali di antara kita dan masyarakat, terutama para keluarga para Kepala Desa dalam yang mengikuti bimbingan teknik penguatan kelembagaan pemerintahan Desa seminggu yang lalu, ke pulau NTB tepatnya di lombok, mulai dari kemarin para rombongan yang berangkat seminggu yang lalu telah bertolak kembali ke daerah asal dengan mengunakan pesawat LION AIR, dari kepulauan NTB terlebih dahulu transit di ibukota Jakarta. Jikalau tak ada halangan sore ini minggu 5 Agustus mareka sudah sampai di daerah masing-masing. Besar harapan kami, semoga tak ada halangan apapun, sehingga mareka dapat berkumpul kembali dengan keluarga, dan masyarakatnya dengan tak kurang sesuatu apapun.
Kekeberangkatan Yang Tertunda
Awal keberangkatan rombongan kepala desa yang mengikuti BIMTEK ke Lombok sesuai dengan skedul yang telah di sisapkan oleh panitia, adalah pada tanggal 22 juli 2017, tetapi karena ada sesuatu hal yang tak mungkin dilaksanakan, maka kegiatantersebut bergeser menjadi tanggal 29 Juli 2018, bertepatan dengan bencana Alam di pulau tersebut yaitu gempa bui yang berkekuatan 6,4 skala rihter, yang mengakibatkan ratusan warga rumah hancur, dan puluhan orang meningal dunia, serta ratusan warga yang cedera akibat gempa tersebut. untuk para korban gempa di Lombok kami mewakili para stemian "EFA "Esteem For All" Khususnya yang ada di Aceh, umumnya #Efa Indonesia. ikut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa saudara-saudara kami di pulau tersebut, semoga Allah memberikan kesabaran dan ketabahan terhadap para keluarga korban.
Pengabdian Terbaik Kepala Desa
Di awal keberangkatan, memang ada sedikit banyak warga yang memprotes kepergian tersebut, karena di anggap hanya menghabiskan anggaran desa saja, karena memang tak membawa hasil apa-apa dari hasil kunjungan tersebut. Namun hal tersebut tak menghentikan langkah para Kepala Desa untuk berangkat ke Lombok, serta berkeyakinan bahwa kepulangan mareka nantinya ada bekal yang dan pengalaman hasil bimbingan dan kunjungan kerja di beberapa tempat di kepulauan Lombok. dan natinya pengalaman tersebut akan jabarkan dalam pengembangan selanjutya desa kita ke arah yang lebih maju, tentunya begitu jawaban yang ada setiap kepala desa pada saat-saat mau berangkat BIMTEK.
Saatnya Warga Managih Janji dan bukti
Mulai besok, saya meyakini di masyarakat akan kembali manghangat untuk membahas masalah BIMTEK yang dilakukan oleh pimpinan mereka selama seminggu. tentunya bermacam spekulasi dan asumsi bisa muncul di dalam masyarakat. Namun di sini kongkritnya, untuk menjawab semua pertanyaan tersebut, para Kepala Desa harus mempublikasikan apa saja yang mareka temukan selama BIMTEK, serta mempunyai tekad untuk mengikuti dan komit untuk melakukan perubahan sebagaimana mareka temukan di lokasi kunjungan BIMTEK. terutama dalam hal peningkatan pendapatan dan perekonomian masyarakat warganya. Apalagi selama pelatihan di lokasi , beredar kabar bahwa kegiatan tersebut lebih difokuskan kepada penguatan ekonomi masyarakat. Seperti kelembagaan Keuangan Desa BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) atau BUMADes ( Badan Usaha Milik Antar Desa). Pengalaman bimtek Kepala desa kali ini. semoga memberikan inspirasi baru maju pertumbuhan ekonomi dan pembangunan masyarakat.