Sumber photo:https://goo.gl/images/uT95DD
Belajar dari disakiti, difitnah dan dibenci. Kita akan sadar jika di dunia ini kita tidak boleh memaksakan kehendak orang lain untuk menyukai kita. Pun dengan pembenci. Kita tak boleh melarang mereka membenci kita apapun alasannya. Dan jika mereka berulah? Maafkanlah ....
Tiada manusia sempurna di dunia ini. Kekurangan dan kelebihan adalah pelengkap untuk kesempurnaan itu sendiri. Belajar ikhlas dengan yang terjadi, belajar memaafkan diri sendiri lalu orang lain. Tak perlu menunggu kata maaf dari orang yang telah menyakiti. Namun mulailah dengan instropeksi diri dan memaafkan.
Sumber photo:https://goo.gl/images/mTmbDv
Berilah cinta ....
Cintai sesama manusia. Sesungguhnya kita adalah saudara. Tebarkanlah kedamaian, kekeluargaan. Entah di antara kita ada duri yang tersembunyi, ada racun dalam genggaman atau ada belati dalam pelukan. Positif thingking dengan orang sekitar. Tetap jadilah manusia baik di mataNya. Entah dibenci atau dicinta orang lain? Ketahuilah kamu berharga.
Sumber photo:https://goo.gl/images/Z4hAxG
Jadilah tunas kehidupan ....
Yang selalu tumbuh segar dan percaya diri. Tak peduli apakah tunasnya akan tumbuh tinggi atau dimakan hama tanaman sebelum matahari menyapa. Namun ia tetap berjuang untuk tumbuh apapun yang terjadi. Jangan pernah hiraukan orang lain untuk tumbuh berkembang. Kadang orang lain adalah batu sandungan, kadang kita tak paham mana ketulusan dan kepura-puraan. Jangan pernah hiraukan. Tetap tumbuhlah dan jadi yang terbaik. Tebarkan biji-biji kebaikan, agar tumbuh tunas-tunas lain yang subur. Dan jangan pernah menjadi pendendam. Dendam yang baik adalah menjadikan dirimu lebih baik dari masa sekarang.
Tugas kita hanya satu. Melawan arus dan bergeraklah. Ikan akan mati dalam lautan tanpa berenang. Dan hanya ikan mati yang diam terbawa arus. Percaya diri, tumbuhlah dan berkembanglah. Pembenci pasti ada, tapi tugasmu tidak membenci mereka. Tetap semangat dan yakin jika akan ada hari kebahagiaan datang padamu ....