Bekerja di luar negeri terkadang kita mampu mengambil keuntungan dengan bisa keliling di negara tempat kita bekerja.
Taiwan contohnya. Dulu, selama tiga tahun di Taiwan, aku tak pernah paham tempat wisata mana pun. Dan ketika aku pulang ke Indonesia. Penyesalan itu ada. Munculah berbagai pertanyaan dalam hati, "Kok dulu aku gak ke sana ya?" Atau kadang menyesal, "Kenapa dulu aku gak ke sana, sekarang mau ke tempat itu sepertinya gak mungkin."
Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lain dalam hati. Memang, tujuan kita adalah bekerja. Namun, hidup tidak hanya melulu tentang bekerja, kawan. Tuhan menciptakan alam sekitar untuk dinikmati.
Kali ini aku berkunjung ke Xikuo Bridge, atau lebih gampang dinamakan Jembatan Gantung Xikuo. Jembatan ini terletak di Fuxing, Taoyuan, Taiwan.
(Xikuo Bride)
Sayangnya belum banyak warga asing yang pahad tempat ini. Atau mungkin karena transportasi ke sana sangatlah membutuhkan kesabaran extra. Untuk menuju Jembatan ini, kita harus menuju kota Zhongli, Taoyuan.
Jika dari arah Taiwan Utara, atau Taipei, bisa naik kereta jurusan Miaoli atau Hsincu. Turun di Zhongli. Dan jika dari Taiwan Selatan, atau Wilayah Tainan bisa naik kereta jurusan Taipei atau Taoyuan, turun di Zhongli.
Sampai di Zhongli, kita nyari bus jururan Daxi Old Street, bus no 5098 dan turun di terminal akhir atau Daxi. Terminal ini terletak di belakang Stasiun Zhongli atau lebih gampangnya dekat Warung Indonesia Blitar.
Sampai di Daxi, kita ganti bus no 5090, 5091, 5093, 5094 ke empat no bus ini boleh tapi mereka datang 2 jam sekali. Kesabaran diuji untuk menikmati keindahan yang memuaskan. Seperti hidup ....
Perjalanan dari Daxi ke jembatan ini kurang lebih 45 menit. Sampai di sana kita membeli tiket 100NT per orang. Lalu kita mulai menuruni anak tangga selama kurang lebih 40 menit, karena jembatan ini terletak di bawah pegunungan dan membentuk gantungan ke atas ke tepi sebelahnya.
Setelah sampai di ujung jembatan, di sana juga banyak warung-warung dan juga taxi yang menawarkan jasa ke jalan raya. Aku pun naik taxi 200NT, 4 orang. Lalu ada bus yang menjemput kita gratis, sampai terminal besar. Atau terminal bus jurusan pulang ke Daxi lagi. Dan bus tidak setiap jam ada, kurang lebih 2 jam sekali bus datang.
Memang melelahkan, namun terkadang di situ kita paham arti perjuangan. Menikmati udara sekitar dan wisata alam. Karena alam diciptakan untuk dirawat dan dinikmati. Bukan untuk dirusak dan dikhayalkan. Berliburlah, kawan ....
Cintai dan sayangi dirimu. Dirimu juga lelah, beri waktu tubuhmu istirahat dari penat sandiwara kehidupan ...