Merajuk, marah, kecewa dan patah hati adalah sebuah efek buruk dari sebuah pikiran buruk (pikiran negatif).
Dalam teori pikiran seseorang akan mengalami proses pengembangan pemikirannya bertransformasi ke kehidupannya. Logikanya begini:
Apa yang kamu pikirkan akan kamu ucapkan, apa yang kamu ucapkan akan kamu lakukan, apa yang kamu lakukan akan berubah menjadi habbit (kebiasaan), habbit berubah jadi karakter, karakter berubah jadi nasib
Jika kamu lihat teman atau seseorang kadang kelihatan buruk sekali Itu karna pikiran mereka buruk. Makanya dalam agama dikatakan, “tidak akan berubah nasib satu kaum kalau tidak ia sendiri berubah”.
Steemian Merajuk dan Patah Hati
Saya bertemu seorang steemian yang mengatakan begini: “Aku tidak sukses di steemit, postinganku tidak ada yang upvote, jarang orang komen, dan mereka yang sudah sukses Itu tidak sedikit pun memberi perhatian kepada postinganku. Aku berhenti sementara Bang, dan fokus ke yang lain.”
“Anda sudah join berapa lama di steemit?” Tanya saya, seraya meminta dia menunjukkan profil akun steemitnya. Dia menunjukkan akunnya. Join Maret 2018, memposting 78 kali, memfollow 86 orang, difollow 98 orang, level reputasinya 32.
Lalu saya mengatakan kepadanya, “Wah bro, kamu ini sudah bisa digolongkan sebagai seorang steemian sukses loh. Prestasi yang kamu dapatkan melebihi kerjamu utk steemit,” kata saya.
“Kamu join baru dua bulan, baru memposting dan mengomentari 78 kali, hanya memfollow 86 orang, sudah mendapatkan level reputarsi 32. Dengan hanya bekerja seperti itu, kamu harapkan seperti apa? Kamu berharap komen dan upvote bagus dari orang, tetapi pernahkah kamu komen bagus di postingan orang?
Kamu berharap ,
,
,
.
dan para
memberikan upvote dan mengomentari postinganmu, tetapi pernahkah kamu mengomentari secara baik postongan mereka?
Dia menjawab: “saya sudah komentar dan upvote mereka Bang.”
Apa Isi komentarmu? “Mantap? Postinganmu oke bangat? Postinganmu bagus sekali? Terimakasih untuk sharingmu?”
Menurutku itu bukan komentar, Bro. Itu adalah spam. Begitu kau tulis kata-kata Itu, para steemian langsung mengerti kalau kamu tidak baca postingannya dan kamu hanya ingin menunjukkan bahwa kamu sudah memberi komentar. Wajar jika mereka tidak tertarik mampir di postinganmu.
Seorang Steemian yang baik, menurut adalah juga seorang komentator yang baik. Kamu siapkan waktu untuk membalas komentar orang, membaca postingan orang dan memberi komentar secara proporsional.
Sebuah komentar yang baik bukanlah komentar yang memuji tanpa dapat. Sebuah komentar yang baik adalah yang memberi apresiasi atas postingannya, termasuk ketika kamu mengkritik postingannya secara baik, Itu adalah komentar yang baik.
Berhentilah Berpikir Buruk
Pikiran buruk (negatif) bukan saja merusak hidupmu tapi menular kepada orang lain dan merusak pikiran dan hidup orang lain juga.
“Makanya, maaf aku tidak mau temanan dekat dg orang yang pikirannya buruk. Takut ketular,” kata saya.
“Ya Bang. Saya salah. Pikiran saya terlalu buruk. Saya tidak jadi berhenti, saya akan mencoba lagi, menciptakan konten yang baik dan berusaha membaca postingan orang lain dan memberi komentar secara baik pula.”
Bagus, kata saya. “Ciptakan konten yang mendatangkan kegembiraan dan kebahagiaan, itu jauh lebih membuatmu bahagia!”
Enjoy your life and God bless you🌹
Happy birthday my lovely wife
🎂
Jakarta, 1 Juni 2018