Melakukan perjalanan merupakan suatu hal yang sangat mengasyikkan bagi saya, terutama mengunjungi tempat tempat bersejarah salah kegiatan yang paling saya gemari. Setelah dua bulan yang lalu saya berkesempatan mengunjungi Aceh selatan, melalui jalur perbukitan Benar Meriah, Beutong, dan seterusnya Meulaboh, kini kesempatan yang sama juga datang, sembari mengunjungi kerabat yang melaksanakan hajatan.
Kutaraja merupakan nama kota Banda Aceh tempo dulu, Banyak kisah, dan sejarah mengenai peradaban di sini. Salah saty adalah mesjid Baiturrahman. Mesjid Baiturrahman menjadi pusat peradaban islam terbesar di indonesia. Dan menjadi pusat pertahanan dan benteng eterakhir bagi para pejuang dalam mengusir penjajah.
Mesjid Baiturrahman merupakan warisan budaya islam yang ada di.indonesia. bahkan.di.asia.Dalam perjalanannya mesjid ini sudah beberapa kali dilakukan renovasi pemeliharaan dan perawatan. Namun kegiatan tersebut tak merusak bentuk aslinya.
Pada masa perjuangan dulu, mesjid ini pernah di bakar oleh Belanda. Aksi Belanda tersebut membuat amarah rakyat Aceh bergemuruh, dan melakukan aksi balasan di setiap penjuru Aceh. Hal ini semakin memperburuk situasi mengenai keberadaan Belanda di Aceh.
Bukan hanya tempo dulu, saat inipun mesjid ini selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat, yang ingin melihat secara langsung keindahan Baiturrahman. Apalagi baru baru ini telah di lakukan pemasangan payung di halamannya, tentunya semakin menambah keindahan mesjid tersebut.