Pola pendidikan kita sungguh jauh tertinggal di bandingkan dengan sistem pendidikan di negeri lain, ketertinggalan tersebut meliputi dari semua aspek dan unsur, sehingga membuat kita tak kunjung maju pada sektor pendidikan. Sepertinya warna dan kebijakan sistem sangat tergantung kepada siapa yang memimpin, artinya sistem pendidikan yang berputar sesuai dengan kehendak penguasa.
Perasalahan tersebut tak membuat kami report dan susah dan pusing, inilah dasarnya permasalahan yang membuat kita tak berjalan maju tetapi jalan di tempat atau boleh kita katakan mundur.
Perubahan kurikulum kerap mewarnai proses pendidikan kita, namun kami tidak menyalahkan kurikulum, dan meyakinkan setiap kurikulum baru yang diterapkan pasti lebih baik, lebih mudah, dan jelas di bandingkan dengan yang sebelumnya. Akan tetapi kajian tentang efektif tidaknya tak pernah dikaji dengan pada saat penerapannya. Contohnya pada saat penerapan kurikulum terbaru di tahun 2013, atau sering di sebut dengan K 13. Penerapan kurikulum K 13 oleh pemerintah sebenarnya sangat sesuai dengan kondisi kekinian. Yaitu semua sistem terkoneksi pada satu dengan menggunakan teknologi IT. Pemaksaan penerapan kurikulum tersebut berimbas pada lembaga sekolah yang berada jauh dari keramaian. Jangankan untuk menggunakan jaringan IT listrik saja barangkali belum teraliri..
Disinilah asal mu asal permasalahan terjadi, sehingga banyak lembaga sekolah pinggiran yang tak terkoneksi dengan sistem yang ada.
Oleh karena penerapan yang belum di ketahui pelaksanaannya, jangankan oleh murid guru sekalipun ikut bingung dalam menjabarkannya kami berasumsi bahwa setiap kebijakan dan regulasi yang dikeluarkan dengan mengambil sampel di pulau dengan tak melihat bagaimana perkembangan sebuah sistim pendidikan di daerah.