PENDAPAT AL-HAFIZH IBNU HAJAR AL-‘ASQALANI:
> وقد سئل شيخ الإسلام حافظ العصر أبو الفضل بن حجر عن عمل المولد فأجاب بما نصه: أصل عمل المولد بدعة لم تنقل عن أحد من السلف الصالح من القرون الثلاثة ولكنها مع ذلك قد اشتملت على محاسن وضدها فمن تحرى في عملها المحاسن وتجنب ضدها كان بدعة حسنة وإلا فلا قال وقد ظهر لي تخريجها على أصل ثابت وهو ما ثبت في الصحيحين من أن النبي صلى الله عليه وسلم قدم المدينة فوجد اليهود يصومون يوم عاشوراء فسألهم فقالوا هو يوم أغرق الله فيه فرعون ونجى موسى فنحن نصومه شكرا لله تعالى فيستفاد منه فعل الشكر لله على ما من به في يوم معين من إسداء نعمة أو دفع نقمة ويعاد ذلك في نظير ذلك اليوم من كل سنة والشكر لله يحصل بأنواع العبادة كالسجود والصيام والصدقة والتلاوة وأي نعمة أعظم من النعمة ببروز هذا النبي نبي الرحمة في ذلك اليوم_ الكتاب : الحاوي للفتاوي للسيوطي <
*Syaikhul Islam Hafizh al-‘Ashr Abu al-Fadhl Ibnu Hajar *
ditanya tentang maulid nabi. Beliau menjawab:
Asal perbuatan maulid adalah bid’ah. Tidak ada riwayat dari seorang pun dari kalangan Salafushaleh dari tiga abad pertama tentang itu. Akan tetapi maulid mengandung banyak kebaikan dan lawannya. Siapa yang mencari kebaikan dan menghindari lawannya, maka itu adalah bid’ah hasanah. Jika tidak, maka tidak dapat dianggap bid’ah hasanah. Terlihat jelas bagi saya mengeluarkan hukumnya dari dasar yang kuat, yaitu hadits yang disebutkan dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, bahwa Rasulullah Saw ketika tiba di Madinah, ia dapati orang-orang Yahudi berpuasa pada hari ‘Asyura. Ia bertanya kepada mereka, mereka menjawab, bahwa itu adalah hari Allah menenggelamkan Fir’aun dan menyelamatkan Musa. Maka kami berpuasa bersyukur kepada Allah”. Maka dapat diambil pelajaran dari itu bahwa bersyukur kepada Allah pada hari tertentu disebabkan mendapat nikmat atau ditolaknya bala, itu dapat dijadikan perbandingan. Pada hari itu setiap tahun. Syukur kepada Allah dapat diungkapkan dengan berbagai jenis ibadah seperti sujud, berpuasa, sedekah dan membaca al-Qur’an. Adakah nikmat yang lebih besar daripada nikmat dimunculkannya nabi ini, nabi rahmat pada hari itu?!
PENDAPAT AL-HAFIZH SYAMSUDDIN BIN AL-JAZARI:
 [الأحزاب 21] لنضحي كما ضحى الصحابة، كما ضحى علِيّ حينما وضع نفسه موضع النبي صلى الله عليه وسلم، كما ضحت أسماء وهي تصعد إلى جبل ثور، هذا الجبل الشاق كل يوم، لنخطط كما خطط النبي للهجرة، لنتوكل على الله كما توكل على الله حينما قال له أبو بكر: والله يا رسول الله لو نظر أحدهم تحت قدميه لرآنا، فقال: "يا أبا بكر ما ظنك في اثنين الله ثالثهما، لا تحزن إن الله معنا". <
Pada momen peringatan maulid nabi ini saya mengingatkan manusia tentang peristiwa besar dan pelajaran-pelajaran yang dapat dipetik, agar saya dapat mempererat hubungan antara manusia dengan sejarah nabi Muhammad Saw, “Sesungguhnya bagi kamu dalam diri Rasulullah Saw itu terdapat suri tauladan yang baik, bagi orang yang mengharapkan Allah dan hari akhirat dan mengingat Allah sebanyak-banyaknya”. (Qs. al-Ahzab: 21). Agar kita dapat berkorban seperti para shahabat berkorban, sebagaimana Ali mengorbankan dirinya ketika ia meletakkan dirinya di tempat Rasulullah Saw. Sebagaimana Asma’ berkorban ketika ia naik ke jabal Tsaur, bukit yang terjal. Agar kita membuat strategi sebagaimana Rasulullah Saw membuat strategi hijrah. Agar kita bertawakkal sebagaimana Rasulullah Saw bertawakkal kepada Allah ketika Abu Bakar berkata kepadanya, “Demi Allah wahai Rasulullah, andai salah seorang dari mereka melihat di bawah kakinya, pastilah mereka melihat kita”. maka Rasulullah Saw menjawab, “Wahai Abu Bakar, jika menurutmu ada dua, maka Allah yang ketiga. Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita”.
نحن في حاجة إلى هذه الدروس فهذا النوع من الاحتفال تذكير الناس بهذه المعاني، أعتقد أن وراءه ثمرة إيجابية هي ربط المسلمين بالإسلام وربطهم بسيرة النبي صلى الله عليه وسلم ليأخذوا منه الأسوة والقدوة، أما الأشياء التي تخرج عن هذا فليست من الاحتفال؛ ولا نقر أحدًا عليها. <
Kita sangat membutuhkan pelajaran-pelajaran ini. peringatan seperti ini mengingatkan manusia kepada makna-makna ini. saya yakin bahwa di balik peringatan maulid nabi ada hasil yang positif, yaitu mengikatkan kembali kaum muslimin dengan Islam, mengikatkan mereka dengan sejarah Rasulullah Saw, agar mereka menjadikannya sebagai suri tauladan dan contoh. Adapun hal-hal yang keluar daripada ini, maka bukan bagian dari peringatan maulid nabi dan kami tidak mengakui seorang pun untuk melakukannya
Sekian sahabat steemians semoga bermanfaat...!!!