Assalammualikum ya ahlil steemit.....
Di hari yang biasa aja ini sejenak meluangkan waktu untuk menulis. Cuaca yang kurang bersahabat beberapa hari ini membuat imun tubuh tak kuasa menstabilkan partikel bebas, tubuh juga tak kuasa mengadaptasi suhu udara yang dengan cepat berubah dari dingin mencambuk sukma hingga panas yang melelehkan keju mozarella. Akhirnya harus bersilatuhrahmi juga ke "orang pinter", selain pinter orang ini juga banyak duet, bagaimana tidak kuliahnya mahal dan juga lama, belum lagi jika hendak mengambil spesialis.
Kita sedari sudah, ada yang tidak beres dengan kehidupan berbangsa dan bernegara, ekonomi terus meroket, sayang roketnya jatuh bukannya melesat ke angkasa. Gesekan antar anak bangsa kian kentara, agama menjadi bahan ulok-ulok, media dipenuhi kemunafikan padahal selogannya "anti hoax".
Kalimat tauhid, menjadikan bendera tauhid dibakar dengan alasan paling cinta negara, paling pancasilais, paling toleran dan kalimat "malaikat" lainnya, padahal iblis lagi make-up malaikat. Saat bangkit ada pembelaan ramai-ramai teriak "damai". Masih ingat tempo hari, kasak kusuk TOA mesjid, suara adzan yang katanya mengganggu, lihat betapa bobroknya pancasila dalam sendi-sendi kehidupan bangsa Indonesia.
tinggal di samping mesjid ya harus terima suara adzan berkumandang, tinggal sampeng gereja siap-siap dengan suara lonceng dan nyayian, tinggal di Bali harus hormati nyepi yang sepi melompong itu, bahkan tinggal dekat pajak ikan-pun harus siap dengan suara berisik bongkar muat ikan, juga harus siap jika tinggal di komplek militer sewaktu-waktu terdengar letusan senjata lantaran ada latihan, slow aja.
Jadi teringat beberapa tahun silam, pasca tsunami dan gempa di Aceh dan tentu saja pasca konflik bersenjata juga, bantuan jutaan dolar mengalir deras ke Aceh, infrastruktur seakan seperti sulap, namun apa jadinya saat ratusan ribu masyarakat Aceh usia pruduktif tidak memiliki pekerjaan, sekonyong-konyongnya infrastruktur hebat seakan hanya jdi pajangan. Untungnya dana infrastruktur dari dana bantuan alias hibah, apa jadinya jika itu dari dana hutang?!!
Indonesia baru saja terlepas dari krisis garam, kita sempat rasakan sulitnya mencari garam padahal indonesia laut semua, entah bagaimana bisa terjadi biar ahli yang bicara, kita cuma lihat yang ada di depan mata saja. USD meroket jelas, apa masih ada bantahan.
Ada warga teriak-teriak sejadi-jadinya jam 03.00 shubuh, maling..maling...maling" akhirnya polisi datang, bukannya menangkap si maling justru warga yang teriak itulah yang ditangkap, dengan tuduhan mengganggu ketertiban umum, intoleran, dan mengakibatkan perpecahan bangsa, luar biasa!!.
IMF buka suara soal ekomomi Indonesia di Bali beberapa hari lewat, katanya ekonomi Indonesia sangat baik, buktinya Indonesia masih mampu membayar bunga pinjaman IMF, sehingga IMF percaya untuk memberikan pinjaman dana lagi kepada Indonesia. luar biasa opini sesat yang dibangun oleh para elit negara ini. Apa perlu kami jelaskan dimana sesatnya, gak usahlah... yang ada naik asam lambung, kumat kolesterol kita.
Sebenarnya ini hanya tulisan "masturbasi" saja, ribuan kata terangkaipun tidak ada gunanya jika miskin upvote, literasi baguspun sia-sia saat hanya bot service yang upvote. Tulisan inipun tidak bermaksud mengubah dunia menjadi lebih baik, apalagi mau memanusiakan manusia, karena manusia jelas tempatnya salah dan lupa.
Buruj ck