Membaca apa yang disampaikan oleh Muzakir Manaf, soal kemungkinan referendum Aceh, hati saya terpicu dan ingatan saya kembali ke pada cerita masa perjuangan di masa lalu. Saat di mana para ulama dan tokoh yang menentang politik Nasakom Soekarno dan mempertahankan kebenaran ajaran Islam pun mengalami nasib yang sama seperti saat ini. Mereka ditangkap dan diasingkan, walau mereka memiliki jasa yang sangat besar dalam perjuangan kemerdekaan. Tak sedikit yang dituduh pemberontak dan kelompoknya pun dituduh radikal, cerita yang sesungguhnya pun diputar balik, hanya karena untuk kepentingan politik.
Semestinya, apa yang disampaikan oleh Muzakir Manaf ini adalah peringatan dan sekaligus masukan kepada Pak Prabowo-Sandi, terutama kepada tim BPN dan koalisi untuk segera mengambil sikap yang lebih tegas dan berani. Masalah ditangkap dan dituduh, itu adalah bagian dari perjuangan yang seharusnya tidak membuat ciut dan gentar. Jangan biarkan rakyat kecewa dan semakin kacau situasi keadaan, mereka memiliki harapan besar untuk mendapatkan perubahan dan kehidupan yang lebih baik.
Ini sebenarnya bukan lagi soal kubu-kubuan, namun ini adalah fakta dan kenyataan yang hendaknya diterima bahwa memang kita semua, diakui tak diakui, sudah dipecah belah dan hidup dalam situasi dan kondisi yang tidak nyaman. Ekonomi semakin sulit dan rakyat semakin sulit bahkan untuk menyampaikan aspirasinya. Sementara siapa yang mau membela dan melindungi mereka bila tidak ada juga yang berani memperjuangkannya dengan sungguh-sungguh?! Apakah rakyat harus dibiarkan terus mati dan susah atas perjuangan yang sudah mereka berikan secara tulus dan ikhlas? Tegakah kalian membiarkannya?! Mereka tidak minta jabatan dan uang! Mereka tidak berebut soal itu!!!
Sungguh, jangan pernah kecewakan rakyat! Rakyat sudah kehilangan kepercayaan kepada pemerintah, dan jangan lagi kemudian semakin hancur karena tidak ada lagi rasa percaya bahkan kepada semua yang di atas sana, yang selama ini berkoar atas nama perubahan dan rakyat! Jangan pernah permainkan rakyat! Kebenaran adalah kebenaran dan kebenaran wajib terus diperjuangkan!
Maju terus atau kita semua mati! Di manakah hati nurani dan semua kata-kata yang sudah kalian ucapkan!!! Sujud dan hormatilah rakyat! Meski miskin dan bodoh pun, rakyat adalah anugerah dan rahmat Allah yang hendaknya kalian hormati!
Semangat!!!
Sumber foto : Google
Mariska Lubis