Allah S.W.T menciptakan jin dan manusia hanyalah untuk menyembahnya, Allah menciptakan kita dengan sangat sempurna bila dibandingkan dengan makhluk-makhluk yang lain, namun apakah dengan kesempurnaan itu layak kita menyekutukan Allah? Tentu nya tidak.
Syirik merupakan dosa paling besar diantara dosa-dosa lain. Membunuh, zina, namimah, minuk arak dll meerupakan dosa besar, namun syirik sebesar-besarnya dosa diantara dosa besar. نعذ بالله من ذلك
• Ancaman Allah Terhadap Pelaku Syirik
Firman Allah dalam Al-Quran:
"Sesungguhnya Allah tidak memberi ampunan dosa syirik dan memberi ampunan segala dosa selain syirik bagi hamba-hamba yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sesungguhnya ia telah berbuat dosa besar yang tidak ada ampunannya. (QS. An-Nisaa: 48)".
Bahkan, syirik dapat menghapus segala amalan baik yang telah dilakukan sebelumnya, bukti nya dapat kita lihat dalam Al-Qur'an:
ذَٰلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۚ وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
"Petunjuk besar yang mereka dapatkan itu adalah petunjuk dari Allah yang Dia berikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Tetapi apabila mereka yang terpilih itu menjadi musyrik, sungguh akan hilang perbuatan baik yang telah mereka kerjakan dan mereka tidak akan mendapat pahala. (QS. Al-An'am: 88)"
Bahkan, dalam surah At-Taubah Allah dengan tegas menjelaskan untuk memerangi orang-orang musyrik karena orang musyrik halal darahnya.
Muslim/muslimat semua, sungguh besar dosa nya melakukan syirik, bahkan ancaman-ancaman Allah terhadap peluku syirik sangat banyak, bisa kita jumpai dalam ayat-ayat Al-Qur'an maupun dalam hadith.
Allah mengharamkan syurga terhadap pelaku syirik, jika dosa lain akan masuk syurga setelah di siksa jika ada sebesar zarrah iman dalam dadanya, tapi tidak bagi dosa syirik yang dibawa mati.
• Pintu Taubat Selalu Terbuka
Namun, ketahuilah..... Allah S.W.T Maha Luas Kurnia-Nya, Maha Pengampun dan penerima taubat.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَذُو مَغْفِرَةٍ لِّلنَّاسِ عَلَى ظُلْمِهِمْ
"Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai ampunan bagi manusia sekalipun mereka zalim (QS. Ar-Ra'd : 6)"
Lalu apakah antara ayat dalam surah Ar-Ra'd dengan ayat-ayat sebelumnya itu kontradiktif? Sudah tentu tidak saudaraku. Jika firman Allah antara satu dengan yang lain terlihat seolah-olah bertentangan, hakikat nya tidak demikian, oleh karena itu Allah memberikan kita ulama-ulama yang mampuni untuk menjelaskan antara ayat vs ayat, atau ayat vs hadith, hadith vs hadith agar kita tidak tercelaru dalam memahami hukum.
Menurut ulama ahlussunnah wal-jama'ah, dosa syirik itu memang tidak akan diampunkan oleh Allah 'Azza wa jalla jika dibawa mati, karena tiada lagi pintu taubat jika seseorang itu telah mati. Jika seseorang mati dalam keadaan musyrik, sudah tentu tiada pengampunan dari Allah, berbeda hal nya jika pada awal nya syirik, lalu bertaubat, dan ia pun mati dalam keadaan bertaubat, dalam keadaan beriman dengan Allah, sudah tentu dosa-dosa lalunya akan diampuni Allah. Buktinya Allah mengampuni dosa-dosa syirik bisa kita lihat para sahabat Rasulullah diantara mereka radhiallahu 'anhum pada masa jahiliyah adalah bergelimbang dengan kesyirikan, lalu Rasulullah datang dan mereka pun beriman kepada Allah, sehingga mereka menjadi ahli syurga dengan taubatan nasuha.
Wallahu 'alam.