On May 3, 1999 there had been an indiscriminate massacre, a massacre committed by the Indonesian soldiers to the innocent aceh people, who were victims of the capital, father, father and even innocent children were also victims.
The public wanted to sue for the abduction of many kidnappings, but the result they did not want to hear it so that the Indonesian army invaded all prosecutors from men and women to children with no feeling, they raided all without any residue, not just soldiers who had made the ranks and even the soldiers who were in the squad car also attacked all, the victim who was attacked was not only limited to the citizens who are in front of them, even the citizens who are frightened in the house pu is also attacked by pointing the tip of the weapon into house of aceh residents who live around it and send rain of bullets to homes of residents.
Really very barbaric treatment of the Indonesian army at that time,
- IN INDONESIAN
Pada tanggal 3 mei 1999 telah terjadi pembantaian yang membabi buta, pembantaian yang dilakukan oleh para tentara indonesia kepada masyarakat aceh yang tidak berdosa, yang menjadi korban adalah ibuk ibuk, bapak bapak, bahkan sampai kepada anak anak yang tidak berdosa pun ikut menjadi korban.
Masyarakat hendak ingin menuntut atas terjadinya banyak penculikan penculikan, tapi hasilnya mereka tidak mau mendengarnya sehingga tentara indonesia menyerbu semua penuntut dari kalangan lelaki dan perempuan sampai kepada anak anak dengan tiada perasaan,, mereka menyerbu semua tanpa ada sisa, bukan hanya tentara yang sudah membuat barisan saja yang menyerbu, bahkan tentara yang berada di dalam mobil pasukan pun ikut menyerbu semua, korban yang diserang pun bukan hanya sebatas warga yang berada di depan mereka, bahkan warga warga yang sedang ketakutan yang berada di dalam rumah pu juga diserang dengan mengarahkan ujung senjatanya ke rumah rumah penduduk aceh yang ada di sekitarnya dan mengeluarkan hujan peluru kepada rumah rumah warga.
Sungguh sangat biadabnya perlakuan tentara indonesia di waktu itu,