Bunga selalu tersenyum, oleh sebab itu dia kelihatan indah. Dia tak pernah gundah untuk mekar, dia hanya perlu menghadap matahari. Aku ingin bahagia seperti bunga. Aku ingin menebar rasa bahagia ke segala penjuru bagaikan bunga menebar aromanya.
Lihatlah, sekuntum bunga liar. Dia tak pernah memilih tempat untuk tumbuh. Namun kecantikannya tak pernah memudar dan aromanya tetap wangi mengikuti arah angin. Adakalanya kita seperti bunga, kita tak bisa memilih dilahirkan oleh siapa. Kita tak bisa memilih siapa orang tua kita, tapi kita bisa berjuang untuk merubah nasib kita. Kita bisa memilih untuk berbuat baik atau jahat. Hidup kita adalah pilihan kita sendiri.
The mind is like a flower.
Pikiran seperti bunga
Pikiran seperti bunga. Bunga butuh dirawat, disiram dan dipupuk, begitu juga dengan pikiran kita. Pikiran itu perlu dipakai untuk sesuatu hal, kita perlu berpikir untuk berbuat sesuatu. Kita perlu berpikir bagaimana caranya menebar kebahagian untuk orang-orang di sekitar kita dan orang-orang yang kita cintai.
We can control our minds to always think positively. Control our emotions towards the good. Live only once, as well as flowers he bloomed too once. He is able to spread the fragrance and show his beauty. We are also capable of like flowers, even more capable. If the flower spreading its fragrance in the direction of the wind, we are able to spread goodness in all directions.
Kita bisa mengontrol pikiran kita untuk selalu berpikir positif. Mengendalikan emosi kita kearah yang baik. Hidup hanya sekali, seperti juga bunga dia mekar juga sekali. Dia mampu menebar wanginya dan memperlihatkan kecantikannya. Kita juga mampu seperti bunga, bahkan lebih mampu. Kalau bunga menebar wanginya searah angin, kita mampu menebar kebaikan ke segala penjuru.
Happiness radiates like the scent of a flower and draws all the good things toward you. (* Maharishi MaheshYogi)
>Kebahagiaan terpancar seperti aroma dari sekuntum bunga dan menarik semua hal yang baik ke arah Anda. (*Maharishi MaheshYogi)
Salam@mujasteem