Rintik-rintik hujan jatuh membasahi bumi. Suasana begitu sepi dan dingin. Malam ini, tak banyak aktivitas yang kulakukan. Aku hanya ingin bermain bersama anak-anak, dan membantu mereka untuk mengerjakan tugas sekolah PR (pekerjaan rumah).
I am a woman, and also a mother. I have to make time for my children and my husband. Work has kept me busy every day. I do not want my children to spend the night without me. They are everything to me.
Aku adalah seorang wanita, dan juga seorang ibu. Aku harus menyediakan waktu bagi anak-anak dan suamiku. Pekerjaan telah membuatku sibuk setiap hari. Aku tak ingin anak-anakku melewatkan malam tanpa kehadiranku. Mereka adalah segalanya bagiku.
Aku ingin anak-anakku selalu tersenyum. Kehadiranku sangat berarti bagi mereka. Aku tak ingin pertumbuhan mereka dalam kesepian. Aku tak ingin perkembangan jiwanya terganggu dengan kekecewaan. Kebersamaan bersama mereka adalah saat terindah dalam hidupku.
I want them to grow and bloom like flowers. They must be the ones who are able to give peace to their environment. I want them to spread a smile, not hate. I want them to be useful people, not rich people. This is the dream of a mother.
Aku ingin mereka tumbuh dan mekar seperti bunga. Mereka harus menjadi orang yang mampu memberikan kedamaian bagi lingkungannya. Aku ingin mereka menebar senyuman, bukan kebencian. Aku ingin mereka menjadi orang yang berguna, bukan orang kaya. Inilah cita-cita seorang ibu.
Anak-anak bagaikan permata. Cantik atau tidak sebuah permata tergantung yang mengasahnya. Anak-anak bagaikan kertas putih. Bagus atau tidak sebuah lukisan terganrung sang pelukis. Aku adalah ibu. Aku harus mampu menjadi ibu yang baik bagi anak-anak, dan mendidik mereka menjadi orang yang berguna.