Pandan duri merupakan salah satu tanaman yang tumbuh di sepanjang pantai di Kecamatan Seunuddon Aceh utara. Tanaman ini memiliki daun yang berduri, dan memili batang seperti pohon. Namun batangnya tidak sekeras batang pohon.Tanaman ini hidup berkelompok dan akarnya sangat bermanfaat untuk menahan abrasi pantai.
Pandan thorns breed with buds. This tree has a green fruit, but when the old color turns red, or yellowish red. When viewed from afar the fruit is almost like a pineapple.
Pandan duri berkembang biak dengan tunas. Pohon ini memiliki buah yang berwarna hijau, namun bila sudah tua warnanya berubah merah, atau merah kekuningan. Bila dilihat dari jauh buahnya hampir mirip buah nenas.
Pandan spines have deep roots. The roots are not only in the ground, but also in the trunk. The roots on the trunk grow long and enter the ground. This root acts as a stem buffer. Pandan suri is very useful to withstand coast abrasion.
Pandan duri memiliki akar yang dalam. Akarnya tidak saja didalam tanah, tapi juga dibatangnya. Akar di batangnya tumbuh memanjang dan masuk kedalam tanah. Akar ini berfungsi sebagai penyangga batang. Pandan suri sangat bermanfaat untuk menahan abrasi pantai.
Pandan suri leaves can be made various handicrafts, such as mats, bags and others. To make a pandan leaf mat in the sun after the thorn is removed. Then pandan leaves in small split, then in color according to taste, lastly woven. Price pandan mat is now Rp. 50-120 thousand. Not bad for income penganbah. Usually this work is done by women.
Daun pandan suri bisa dibuat berbagai kerajinan tangan, misalnya tikar, tas dan lain-lain. Untuk membuat tikar daun pandan dijemur setelah durinya di buang. Kemudian daun pandan di belah kecil-kecil, lalu di warnai sesuai selera, terakhir baru dianyam. Harga tikar pandan sekarang Rp. 50-120 ribu. Lumayan untuk menanbah penghasilan. Biasanya pekerjaan ini di lakukan oleh kaum perempuan.