Diskusi Basi Ala Warung Kopi
Muklis Puna
Orang-orang tanggung manggung politik di warung kopi
Modal orasi tanpa referensi andalanya cuma televisi
Kursi -kursi mengkilap, diberi pernis oleh penggosip politik
Mulut mulut berbau ghibah menyerang siapa saja yang dikebiri
Orang-orang tanggung diskusi di warung kopi
Asap –asap cercaan mengepul menyatu bersama cerutu para pembual
Mencaci lawan dan kawan jika ide tak sepaham
Debat sarung berlarung berlangsung sengit memekik telinga pengunjung
Tak tau pangkal di mana ujung
Orang- orang sok tau berkumpul di warung kopi
Ulama-ulama disalahkan katanya khilaf dalam berfatwa
Pendapatnya dipatahkan demi kepentingan para penjilat
Pemimpin ditelanjangkan dengan fakta-fakta sesat
Di kerumunan hanya mereka ahlinya padahal ilmunya seujung kuku
Orang-orang munafik membangun negeri di warung kopi
Mengentaskan kemiskinan dalam lima menit
Menciptakan lapangan kerja dalam dua menit
Membangun irigasi cukup satu menit, hanya piring sebagai bendungan
dan hamparan meja disulap menjadi sawah
orang orang gagal berkumpul di warung kopi
Di teras kaki lima di alun-alun kota mereka pembicara ulung
Di forum resmi otaknya buntu dan tumpul
Keluar forum ide-ide brilian bermunculan
Orang-orang tanggung diskusi di warung kopi
Memfitnah setiap bayang perbedaan
Memuji tuan-tuan berduit agar kopi dapat gratis
Menggusur orang-orang berilmu karna haluan tak searah
Orang-orang tanggung diskusi di warung kopi
Ikut-ikutan debat masalah hukum padahal satu pasalpun tak terhafal
Kalau sudah tersungkur di sudut meja baru cari- cari pasal
Akhirnya otot bereaksi sebagai juru selamat ketika otaknya mulai kumat
Lhokseumawe, 23 Maret 2018