Hi friend.
Sahabat steemian di mana saja anda berada, semoga di malam ini kita semua dalam keadaan sehat dan selamat berakhir pekan bersama orang yang anda sayangi dan cintai.
Suatu hari seorang tokoh didatangi oleh seorang bapak paruh baya yang peduli dan pengamat dengan gejala sosial dan penyakit masyarakat. Dia berkata, tolong bapak ingatkan orang tua si melati katakanlah namanya, bahwa setiap hari pulang sekolah bukan langsung pulang ke rumah melainkan ganti busana menuju cottage dan tiba di rumah selalu malam.
Kisah tersebut sekitar tahun 1990 han. Di Lhokseumawe ada hotel dan motel Cottage, yang fasilitasnya ada bar dan diskotik. Melati yang diamati adalah siswa risalah satu SMA di Lhokseumawe. Lalu tokoh masyarakat tersebut di atas mendatangi orang tua melati di rumahnya, dan berkata anak bapak pulang sekolah selalu ke diskotik. Orang tua melati menjawab “ka kamo hana mufom diskotik bek lah bak aneuk kami” Astaghfirullah. sudah kami tidak tahu diskotik. Janganlah anak kami juga. Karena jawaban yang demikian tokoh tadi langsung keluar dan pergi. Tidak ada yang bisa didiskusikan pikirnya.
Kisah terpisah, anak remaja laki-laki kelas 3 SMP selalu pulangnya pukul 2 pagi, pemerhati penyakit sosial bertanya kepada orang tua anak tersebut kenapa si agam drouneuh selalu pulangnya telat malam ke mana saja, lalu dijawab itu lumayan pulangnya pukul satu atau pukul dua, saya dulu pulangnya sampai pagi.
Dari dua kasus kehidupan di atas, kita dapat berasumsi bahwa orang tua punya peran sangat penting dalan pembentukan perilaku anak. Hadis Maja “PAKRIBAN U MEU NAN MINYEK, PAKRIBAN KU MEU NAN ANEUK”. Orang tua faktor penentu pembentukan karakter anak sejak usia dini. Kasus di atas ada pembiaran dari orang tua yang mau banyak tahu tentang persoalan remaja. Di Aceh diskotik itu masih tabu dan dianggap melanggar syariat, maka kontrol sosial pun muncul sukarela dari orang yang peduli. Itu dulu jaman 90'an.
Bagaimana dengan kondisi kekinian anak hidup di zaman milenial. Zaman cryptocurrency, anak begitu mudah mengakses informasi. adanya judi online, fasilitas cafe bertebaran dimana aja, cukup mudah bagi anak memulai hal yang negatif. Saya sedih dan prihatin dengan kasus di atas, maka kita selaku orang tua harus sangat bijak dalam mendidik dan keteladanan yang disunahkan Rasulullah Shallallahi Alaihi was-salam harus bisa ditunjukkan dan diamalkan sejak dini.
Demikian, semoga bermanfaat, mohon kritik dan saran serta komentar anda sahabat steemian.
Lhokseumawe, 8 September 2018
SALAM KOMUNITAS STEEMIT INDONESIA
MOVE TOGETHER, BE GREAT TOGETHER AND ALL PROSPERITY
by