good morning to all steemian friends I hope in the presence of healthy wal afiat. Amiin
القناعة كنز لا يفنى
"Redha with God's gift (Qana'ah) is a treasure that will never end."
Prophet sallallaahu 'alayhi wa sallam said:
وارض بما قسم الله لك تكن أغنى الناس (رواه الترمذي)
"Be recalcitrant to the part that God gave you, you will be the richest man"
(H.R. at-Tirmidhi)
So rich and poor a person is not determined by how much wealth he collects and owns, but is determined by how much redha is embedded in his heart for the part that God gives him.
We know that the Prophet sallallaahu 'alayhi wa sallam does not inherit property at all, and that scholars are the heirs of knowledge (not treasures) of the prophets.
If so, we should be sure that the science we have is certainly more valuable than the treasure.
Treasure is just an intermediary to meet the needs of our lives.
Treasure also may be an intermediary for us to do various goodness.
So the position of treasure is only an intermediary. Do not make it a destination.
القناعة كنز لا يفنى
"Redha dengan pemberian Allah (Qana’ah) adalah harta karun yang tak akan ada habisnya.."
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda :
وارض بما قسم الله لك تكن أغنى الناس (رواه الترمذي)
“Bersikaplah redha terhadap bagian yang Allah berikan kepadamu, niscaya engkau menjadi orang yang paling kaya”
(H.R. at-Tirmidzi)
Jadi kaya dan miskin seseorang sejatinya tidak ditentukan oleh seberapa banyak harta yang ia kumpulkan dan miliki, tapi ditentukan oleh seberapa banyak kadar redha yang tertanam dalam hatinya terhadap bagian yang Allah berikan kepadanya.
Kita mengetahui bahwa Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam tidaklah mewariskan harta sama sekali, dan bahwa ulama adalah pewaris ilmu (bukan harta) para nabi.
Jika demikian halnya, mestinya kita yakin bahwa ilmu yang kita miliki tentu lebih berharga daripada harta.
Harta hanyalah perantara untuk memenuhi keperluan hidup kita.
Harta juga boleh menjadi perantara bagi kita untuk melakukan berbagai kebaikan.
Jadi kedudukan harta hanyalah perantara. Jangan menjadikannya sebagai tujuan.