Pesta olahraga Asian Games kini sedang menyedot perhatian publik. Semua orang ikut euforia menyambut ajang olahraga tingkat dunia tersebut.
Persiapan demi kelancaran pertandingan bergengsi ini, sudah terlihat di mana-mana sejak beberapa bulan yang lalu.
Begitu pula di Kota Subang. Sudah beberapa kali pertandingan balap sepeda tingkat dunia, diadakan di Kota Subang.
Kenapa, cabang olahraga balap sepeda diadakan di Kota Subang? Bukankah pusat kemeriahan Asian Games ada di Jakarta dan Palembang?
Saya lihat, mungkin alasannya karena jalanan di Kota Subang cukup menantang bagi para pembalap sepeda.
Kontur jalan di Subang, tidak semuanya rata. Banyak tanjakan dan turunan, bahkan beberapa diantaranya dengan kemiringan 45 derajat.
Membayangkan para atlit mengayuh sepeda dengan kemiringan seperti itu, rasanya betis dan paha saya terasa pegal, deh!
Eh, tapi mereka adalah atlit. Pasti sudah terlatih dan kuat menghadapi medan berat, bukan?
Di Kecamatan Jalan Cagak sudah terlihat deretan tenda yang bisa digunakan oleh para peserta lomba. Saya juga melihat kru-kru asing di sana, mempersiapkan barang-barang elektronik. Saya sendiri kurang tahu pasti, untuk apa alat-alat itu di sana.
Sepanjang jalan antara Kecamatan Jalan Cagak hingga ke pusat Kota Subang, saya lihat ada beberapa ruas jalan yang dibatasi oleh pagar. Sepertinya untuk mencegah penonton terlalu dekat dengan peserta lomba.
Hanya ada satu hal yang saya sesalkan. Di seberang kantor kecamatan, yang biasanya terlihat asri dan sejuk dengan tanaman teh, kini tampak gersang. Tanaman penghasil bahan minuman teh itu, sudah habis di tebang.
Yang tertinggal hanya tanah kering seluas lapangan basket. Mungkin area itu diperuntukkan untuk parkir kendaraan.
Begitulah, di setiap pembangunan, kadang kala ada yang harus dikorbankan. Sungguh amat disayangkan!
Semoga pertandingan balap sepeda yang rencananya akan dilaksanakan pada Hari Rabu hingga Jumat, bisa berjalan lancar tanpa ada gangguan teknis yang berarti.