Assalamualaikum, apakabar sahabat steemit, salam sejahtera untuk anda semua. Setelah sebulan lebih kita tidak bersua, hari ini saya kembali mengabarkan rasa rindu berjumpa dengan anda di platform ini masih seputar masakan, kali ini saya akan memposting kegiatan lomba memasak masakan tradisional Aceh.
Aceh merupakan propinsi ujung barat pulau Sumatera yang merupakan wilayah Indonesia . Propinsi dengan julukan Serambi Mekkah ini memiliki aturan- aturan yang regilius serta kaya dengan tradisi dan adat istiadatnya.
Salah satu kekayaan budaya Aceh adalah dari segi masakan . Masakan Aceh dikenal dengan ciri khas pedas dan asam dengan penggunaan belimbing wuluh yang telah dikeringkan ( asam sunti) sebagai bumbu penyegar dalam setiap masakan.
Seiring dengan perubahan zaman, masakan khas Aceh pun mulai bergeser dan mengalami modifikasi sesuai selera masyarakat masa kini. Ada banyak jenis masakan Aceh yang mulai dilupakan seperti sayur bening ( gulee rampoe), pepes ikan asin, asam u ( semacam bumbu urap dari kelapa sebagai pasangan gulee rampoe) dan masih banyak lagi.
Nah, dalam rangka melestarikan masakan Aceh tersebut, ibu PKK desa Cot Puuk Kecamatan Gandapura, Minggu kemarin mengadakan lomba memasak makanan tradisional yang mengambil tema, " Upaya Ibu Rumah Tangga Mengenalkan Masakan Tradisional dalam Keluarga dengan Bahan Makanan Organik".
Lomba tersebut diikuti oleh empat dusun yang berada dslam wilayah desa Cot Puuk, yaitu Dusun Balee Khaluet, Dusun Cot Mamplam, Dusun Jamuda dan Dusun Cot Tarom. Sementara untuk Dewan juri, panitia sengaja mendatangkan ibu-ibu PKK dari Kabupaten Bireun yang tergabung dalam organisasi IKABOGA.
Menu Utama yang diperlombakan adalah sayur yang diambil dari pekarangan rumah seperti daun singkong, kacang panjang dan bunga pepaya. Untuk pasangan sayur tersebut berupa kelapa giling, ebi, kemiri gongseng, asam sunti, cabe rawit dan bawah merah yang digiling halus dengan menggunakan batu giling.
Sementara untuk menu ikan, peserta harus mampu membuat tiga macam pepes dari tiga jenis ikan, seperti pepes dencis, pepes udang dan yang spesial adalah pepes ikan asin dengan menggunakan daun labu tanah.
Kriteria penilaian antara lain, cara membersihkan (Syara') ikan dan sayur, warna sayur setelah dimasak, media memasak yang digunakan, penyajian serta yang paling penting aroma dan rasa dari masakan itu sendiri. Dalam perlombaan tersebut, peserta dilarang keras menggunakan bahan penyedap, karena juri langsung bisa melakukan diskualifikasi bagi peserta yang melanggarnya.
Acara perlombaan dimulai pukul 10.00 pagi dan berakhir pukul 12.00 wib. Perlombaan tersebut dimenangkan oleh Dusun Balee Khaluet, diikuti Dusun Jamuda sebagai juara dua dan juara tiga adalah dusun Cot Mamplam, dan juara harapan Dusun Cot Tarom.
Semua peserta mampu menampilkan yang terbaik baik dari awal sampai setelah menjadi sajian di atas meja. Semua masyarakat antusias menyaksikan perlombaan tersebut, " semoga even- even tersebut menjadi program rutin desa setiap tahun dalam rangka melestarikan budaya kita", harap Keuchik Cot Puuk Amirudfin Syamaun di acara penutupan lomba.
Salam,