Syukur Alhamdulillah, tepat 100 hari saya berada di media Steemit ini. 100 hari bukanlah waktu yang panjang, namun cukup dijadikan sebagai refleksi diri untuk mengukur suatu pencapaian awal.
Tidak mudah untuk dapat konsisten menulis di media ini. Apalagi di tengah-tengah kesibukan saya sebagai seorang ibu, istri, dan perempuan karir. Dapat bertahan menulis di Steemit sampai sejauh ini, bagi saya sungguh suatu pencapaian yang luar biasa.
Saya mengenal Steemit pada 19 Januari 2018 di dalam pertemuan diskusi FAMe. Sejak hari itu, saya mulai rutin menulis berbagai hal yang berkaitan dengan passion saya. Khususnya mengenai isu-isu sosial, perempuan, media, dan kondisi di sekitar.
Niat saya menulis di sini sebenarnya sederhana saja, ingin dapat konsisten menulis, membiasakan diri untuk terus berpikir dan menulis, dan bisa meningkatkan kemampuan berliterasi. Karena kalau tidak, saya sudah terlalu lama berhenti dari aktivitas ini. Sehingga pikiran dan jari-jemari menjadi kaku sekali.
Selain itu, jujur saja saya punya impian sederhana lainnya di Steemit ini. Mengumpulkan SBD untuk bekal tabungan alternatif. Saya ingin suatu saat mampu membangun rumah sendiri. Yang artinya, jika hanya bersandar pada gaji sebagai dosen, itu sesungguhnya sangat sulit. Penghasilan dosen itu tidak seberapa dibandingkan "nama besar"nya. Tidak seindah yang dipikirkan sebagian orang.
Semoga melalui Steemit, menjadi salah satu alternatif untuk mendukung impian saya ini.
Selama 100 hari, belum banyak yang saya dapatkan. Kalau ditanya reward apalagi. Sampai saat ini saya belum pernah mencairkan SBD saya, selain hanya me-reedem yang selalu bolong. Nilainya? (Ssttt! Masih pas-pasan untuk kasih jajan anak saja, semoga semakin berkah. Amin!).
Mungkin yang paling berkesan adalah bertemunya rekan-rekan baru dalam Komunitas Steemit Indonesia (KSI) Barsela, (sedikit) semakin lihai menulis, menganalisa, dan membaca. Hal ini benar-benar saya rasakan, setelah saya mampu menuliskan tiga jurnal sederhana dalam waktu kurang dari dua minggu. Padahal, dulu begitu sulit saya jalani. Jangankan menulis, ide saja susah datangnya. Begitulah pengaruh Steemit yang sangat mengesankan saya.
Setiap Steemians pasti punya cerita berbeda tentang bagaimana Steemit memengaruhi hidupnya. Yang terpenting, jangan pernah lupa untuk berbahagia, dan tetap menjaga aura positif dalam diri kita. Sehingga setelah 100 hari ini dilewati, akan ada 100 hari lainnya, dan hari berikutnya yang lebih mengesankan.
keep the spirit!