MENJADI MISKIN
Kapan kita kembali bertemu? Kapan kita kembali? Kapan kita? Kapan?
Aku berjalan di antara orang-orang yang senang merapikan bajunya, dan merapuhkan langkah kakinya. Pura-pura dan ingin patah. Aku menyusuri jalan-jalan yang pernah kita lalui. Namun semua asing; menguning dan kering. Mengerling ingin dijamah dan ditubuhi. Tapi kau tak ada di sana. Aku tak menemukanmu, dan kau tak kunjung menamukan temu.
Aku tak menemukanmu. Tidak di jalanan atau telepon yang menggigil dan gagal memeluk sakuku. Aku tak menemukanmu, dan rindu telah menjelma dada dan kepala penyair; buas dan luas. Haus, dan selalu menginginkan dadamu. Aku tak menemukanmu, dan pertemuan lebih permata dari puisi-puisi Pablo Neruda atau Lukisan Guernica. Aku tak sanggup membeli, dan kau tak lagi ingin kembali.