Assalamualaikum teman2,
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ عَلَيْهِمْ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِه
Artinya:
Seorang isteri yang memelihara rumah tangga suaminya akan ditanya perihal tanggung jawab dan tugasnya. Bahkan seorang pembantu/pekerja rumah tangga yang bertugas memelihara barang milik majikannya juga akan ditanya dar ihal yang dipimpinnya. Dan kamu sekalian pemimpin dan akan ditanya (diminta pertanggungan jawab) dari hal-hal yang dipimpinnya. ( HR. Bukhori, Muslim).
Para pembaca yang budiman, kita sudah sangat akrab dengan yang namanya kekecewaan setelah masa kampanye, konflik dan perselisihan pendapat karena beda pilihan juga sering kita lihat bahkan kita sendiri kadang- kadang mengalaminya, parahnya lagi ada yang menjurus ke anarkis dan frontal hanya karena membela sesuatu yang potensi "mengecewakan" sangat tinggi, seperti pertumpahan darah, pengrusakan bangunan, ancam mengancam dan lain lain sebagainya.
Dalam hal ini yang pertama sekali ingin saya katakan bahwa Politik itu selalu mengincar suara dan dukungan orang kecil, sebaliknya setelah berhasil mereka akan berbagi piring nasi dengan sesama pembesar (sekalipun mantan oposisi), jika pun anda berniat menjadi besar, maka beranilah untuk bermain dengan "tanpa hati dan perasaan". Yang kedua jika anda berharap B sangat baik, dan A sudah sangat buruk, maka nanti juga C akan terasa lebih baik daripada B dan itu akan terus berlangsung ibarat lingkaran setan yang tidak ada ujungnya, tahun ini mungkin sibuk dengan DPR, tahun depan Bupati, kemudian gubernur, dan seterusnya akan seperti itu. Yang ketiga adalah intinya, berdasarkan hadits diatas kita semua setuju bahwa menjadi pemimpin itu pekerjaan yang sangat berat dan tanggungjawab yang super besar, oleh karena itu bagi yang sadar akan besarnya tanggungjawab pasti kita suruh saja jadi pemimpin akan menghindar, realita sekarang justru membuat kampanye supaya dipilih rakyat, dan setelah terpilih ada banyak masyarakat yang kecewa, TIDAK TAHU TANGGUNGJAWAB? atau berani karena TIDAK OPEN TANGGUNGJAWAB?Jika tau berat, kenapa meminta?