Steemian sekalian semoga kita stelah merayakan Hari Kemerdekaan makin cinta dengan Indonesia dan bertanbah semangat dalam mencapai cita-cita. Semarak kemerdekaan mewarnai seluruh pelosok Nusantara, mulai dari perkotaan sampai desa terpencil. Mereka saling bergembira dengan melakukan kegiatan kemasyarakatan. Manjat pinang dan tarik Tambang seolah-olah merupakan hal wajib pada peringangatan hari Kemerdekaan.
Judul Postingan di atas sengaja penulis angkat terinfirasi dari Status WA kawan yang membahas cerita Tarik Tambang. Membahas tentang Tambang, maka kita akan selalu teringat mengenai tambang emas di Papua yang dikelola PT Freeport sebagai tambang emas terbesar di dunia, namun hasil yang diperoleh Indonesia hanya sedikit, sehingga keehidupan masyarakat yang berada di sekitar tambang sangat memperhatinkan. Mereka hidup apa adanya bahkan sebagian anak-anak disana hanya bisa menaiki Pipa saluran limbah emas.
Walaupun sekarang saham Freeport hampir setengahnya sudah dibeli pemerintah, namun masyarakat setempat masih hidup dibawah garis kemiskinan. Mereka hanya bisa memandang betapa kayanya indonesia ini, sehingga sebagian mereka menuntut agar Merdeka. Gejolak jiwa ini sangat mempengaruhi watak dan semangat untuk melawan, ketidak adilan pemerintah makin menumbuhkan benih permusuhan makin hari makin bersemi dalam sanubari.
Di hari peringatan kemerdekaan, kita disuguhkan berita ribuan narapidana mendapatkan ampunan dari pemerintah, baik mereka yang ditahan karna mencuri, Koruptor, pembunuh dan masih banyak yang lainnya. Sehingga 17 Agustus merupakan hari pengurangan masa hukuman bagi mereka yang di Bui, ini kemungkinan berdasarkan catatan narapidana yang makin membaik ketika di penjara.
Hannya Tarik Tambang Yang Kita Kuasai
Tambang Emas, Migas dan Batu Bara dikuasai asing. Tinggallah Tarik Tambang yang mita kuasai setiap peringatan 17 Agustus. Sudah 73 tahun Indonesia Merdeka, namun kemerdekaat kita dari hal ekonomi masih tetap belum merdeka dari para Koruptor, andai mereka para pencuri uang rakyat betul-betul di adili dan di miskinkan, maka per keluarga akan mendapatkan uang sekitar 20 juta setiap bulannya, inilah ucapan Bapak Mahfud, MD. Kalau kita telusuri bagaimana bangsa ini sekarang, kemungkinan besarnya apa yang di sampaikan Prof. Mahfud, MD ada benarnya.