Manusia diciptakan secara berpasang pasangan.saling membutuhkan.saling mencintai dan saling menyayangi.
Kebutuhan manusia selain kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani adalah kebutuhan biologis.manusia perlu menyalurkan hasrat hayawaniahnya dengan pasangannya.
Dalam hal ini secara akal pikiran kita bisa menyalurkan kepada siapa saja.dimana saja dan kapan saja.tidak mesti pasangan kita adalah lawan jenis.tidak mesti ada ikatan pernikahan.kita hanya menyalurkan kebutuhan kita serta saling menguntungkan.
Disinilah peran agama.agama membatasi dalam menyalurkan hasrat dan kebutuhan kita dalam ketentuan yang disebut pernikahan.secara akal memang aneh.saat seorang wali mengatakan "saya nikahkan anak saya kepada mu" lalu si laki-laki menjawab "aku terima nikah anakmu kepada ku" semua jadi berbeda.dari tidak boleh kita tatap telah boleh dari sekedar menatapa.dari tidak boleh disentuh telah boleh kita peluk dan sebagainya.siapa yang membolehkan ini ?
Agama lah sumber segalanya..inilah hamba Allah.menerima segala ketentuan syariatt tanpa membantah sedikitpun.sedangkan makhluk allah tidak mau menerima syariat hanya perpatokan pada akal.itupun kalau mereka punya akal.