Daun-daun kecil
telah jatuh berguguran
bukan karna angin
atau pun karna ketuaan
tapi dia telah kembali
kedalam pangkuan bumi
sebelum sempat puas mencium hangat bibir mentari
ada yang terlahir
ada pula yang berakhir
yang telah datang akan pergi
dan yang pergi pun akan terganti
hitam serta putih selalu menghiasi
gelap juga terang akan hadir silih berganti
sang waktu pun terus berjalan
melewati siang dan malam
menulis masa lalu
dalam fikiran masa depan
sang takdir menggores syair
dalam kertas kerahasiaan
bait-bait yang tersusun
tak kan bisa kita ramalkan
titik serta koma
menjadi sebuah tanda diam
berhenti sementara
atau berakhir selamanya