Ilustrasi"syech hamzah.
Penyair dunia islam berkaliber international dialah "Syech Hamzah Al Fanshuri"mengarang lebih dari 44 kitab,diantara kitab karangan beliau adalah"syair perahu"yang menceritakan tentang kehidupan manusia dimuka bumi sampai menuju ke hehidupan akhirat,syech hamzah alfhansuri merupakan ulama dan pernah menjabat sebagai mufti kerajaan aceh bandar darussalam semasa pemerintahan paduka yang muliya sultan iskandar muda pada tahun 1639 masehi,syech hamzah alfhansuri memiliki adik kandung bernama syech ali alfanshuri memiliki anak syech abdul rauf al singkili atau dikenal dengan nama teungku syiah kuala,
Syech hamzah alfhansuri sangat dikenal dalam dunia sastra international karna sejumlah karya beliau sangat hebat dan luarbiasa,selain penyair dan sastra melayu yang beliau karang,syech hamzah juga merupakan seorang ulama sufi yang juga memiliki murid yang terkenal dengan syech syamsuddin as sumatrani,disebabkan kesufian nya syech hamzah alfhansuri mendapat banyak perlawanan dan kritikan dari golongan yang tidak sefaham dengan beliau.
Semasa hidup nya syech hamzah alfhansuri mengembara keseluruh duni untuk memperdalam ilmu kesufian ny,beliau juga faseh berbahasa:urdhu,tamil,arab,parsi dan jawa,syech hamzah alfanshuri juga menguasai ilmu :fikih,tasawof,manteq,kalam dan juga sastra melayu.
Diantara judul kitab yang penulis ingat adalah:1-syarah alsyikin,2-martabat la ta'ayun,3-martabat la ta'ayun awal,4-martabat la ta'ayun tsani.5- martabat la ta'ayun tsalis,6-martabat la ta'ayun rabi'.7-asral al arifin.
Berikut ini adalah "syair perahu" mahakarya syech hamzah alfanshuri:
inilah gerangan suatu madah
mengarangkan syair terlalu indah
membetuli jalan tempat berpindah
disanalah i'tikat diperbetuli sudah
wahai muda kenali dirimu
ialah perahu tamsil tubuhmu
tiadalah berapa lama hidupmu
ke akhirat jua kekal diammu
Hai muda arif budiman
Hasil kan kemudi dengan pedoman
alat "perahumu jua kerjakan
Itulah jalan membetuli insan
perteguh pula alat "perahumu"
Hasilkan bekal air dan kayu
Dayung pengayuh taruh disitu
Supaya laju "perahumu"itu
Sudahlah hasil kayu dan ayar
angkatlah pula sauh dan layar
pada beras bekal jantanlah taksir
Niscaya sempurna jalan yang kabir
perteguh jua alat "perahumu"
muaranya sempit tempatmu lalu
Banyaklah disana ikan dan hiyu
menanti "perahumu" lalu dari situ
muaranya dalam ikanpun banyak
disanalah "perahu" karam dan rusak
Karangnya tajam seperti tombak
Ke atas pasir kamu tersesak
Ketahui olehmu hai anak dagang
Riaknya rencam ombaknya karang
Ikanpun banyak datang menyarang
Hendak membawa ke tengah sawang
muaranya itu terlalu sempit
dimanakan lalu sampan dan rakit
jikalau ada pedoman dikapit
Sempurnalah jalan terlalu ba'id
BAiklah perahu engkau perteguh
Hasilkan pendapat dengan tali sauh
Anginnya keras ombaknya cabuh
Pulaunya jauh tempat berlabuh
Terimakasih banyak atas kunjungan kehalaman saya ini .
wassalam penulis -
Email ampunmir42@gmail.com
Fb amponmier al asyi.