Selamat pagi menjelang siang. Sejak beberapa hari lalu aku berada dikuta Raja untuk keperluan perkuliahan. Sekarang sudah berada kembali di pulau Weh. Aktifitas hari ini seputar urusan kantor. Sempat ke KUA untuk leges buku Nikah untuk keperluan legalitas sebagai seorang suami " maaf bukan nambah lagi ya"
Stemian sekalian hari ini belum ada ide tulisan menarik untuk diposting, namun karena tanggung jawab sebagai seorang stemian aku harus tetap menulis. Meskipun terkadang tidak begitu penting untuk kalian ketahui. Karena sudah ditanamkan jauh-jauh hari, setiap hari harus ada tulisan yang dishare untuk kalian baca. Alhamdulillah jikau mau dibaca.jika tidak, saya tetap membaca sendiri. Hehehe
Menyinggung masalah perkuliahan. Beberapa teman seperjuangan pemburu gelar doktor, diantara mereka sudah merampungkan proposal disertasi untuk keperluan seminar, sementara aku sibuk disosmed. Bagiku sendiri sosmed tidak kalah penting dibandingkan proposal disertasi. Karena dari situ dapurku berasap. Aku sebernanya aktif disosmed Karena keperluan bisnis. Alhamdulillah bersama sosmed yang dikomandoi istri, aku mendulam banyak rupiah, syukur-syukur bisa dapat vote dari kalian. Alhamdulilah.
Sejujurnya Gelar doktor itu juga penting, apalagi kita mampu menyerap banyak ilmu dari perjalanan kesana. Gelar doktor sangat penting untuk memudahkan kita membangun Reputasi, baik dalam dunia akademik maupun politik. Dalam dunia Akademik misalnya untuk keperluan pangkat, untuk mendukung karir sebagai dosen, sedangkan untuk politik sangat mendukung untuk kerluan pencalekan kedepan. Seorang doktor dianggap sudah mampuni membangun daerah.
Untuk sekedar saran. Entak didengar atau tidal. Teman-teman Anggota Group program doktor, jangan terus menyalakan api, biarkan kami merasa dingin dalam kehangatan, selesai dan tidak biarkan waktu berbicara. Aku tetap mendukung kalian cepat selesai, siapakah orang yang tidak senang jika temannya bahagia?. Paling tidak aku akan kebagian undangan waktu kalian syukuran.
Boleh kalian sharing terkait perkembangan perkuliahan. Berikan aku sedikit amunisi biar ada yang bisa dimuntahkan dalam kertas buram ini. Aku bukan tidak menulis, aku kekurangan ide untuk itu. Jangan sampai ketika bertemu pembimbing aku kehilangan kata-kata " coretan kamaren gimana Yusuf " ujarnya sewaktu ketemu dizakir kupi. Bengong! 😁😁😁