Awalnya sudah vacum dalam dunia literisasi, karena kesibukan kerja yang makin meningkat.
Yaahh!!! seperti iman seseorang terkadang meninggi kadang melemah pun juga turun drastis. Begitulah mood aku dalam menulis.
Aku menulis puisi adalah luapan gejolak jiwa yang kian menderu. Yang tak mampu lagi kusimpan dan akhirnya ku torehkan dalam tulisan.
Awal kali mengikuti contest menulis puisi yang di adakan dan mbak
yang bertema HIJRAH. Di sini lah aku memulai jemariku merangkai kata demi kata. Sudah hampir Deadline aku mengirim karyaku, karena antara ragu dan cemas.
Sudah bertahun tahun otak ini tak dilatih untuk mengeluarkan apa yang ada dalam benak, naming kali ini aku hanya iseng untuk mengikutinya.
Jejak penaku biarlah menjadi saksi perjalanan hidupku.
Menang kalah itu nomer kesekian, yang penting aku bahagia.
Taraaaaa ... pas pengumuman ternyata karyaku terpilih menjadi juara ke dua. Alhamdullilah puji syukur kepada Tuhan atas nikmat ini.
Terima kasih kepada dewinshijab ( mbak Santi) dan mbak Etty selaku peyengglara sertak instansi lain yang terkait .
Penyerahan sertifikat dan hadiah saat lomba.
Nah yang penasaran dengan karyaku , ini lah karyaku kawan semoga tidak mengecewakan buat yang baca ya.... He … he … he ….
Pada dinasty yang kusebut keabadian
Kepulanganku adalah menghamba
Menepis segala rasa
Tak mampu aku lukiskan dengan kata.
Dengan SurgaMu yang begitu indah
Yang kunamai dengan Jannah
Terhuyung nala dalam kenistaan panjang
Mengikis habis sebuah keimanan
Kau yang ku agungkan
Bermunajah dalam lembut sajadah
Atas semua yang terasa nikmat
Tiada kurasa itu wujud pensyukuran.
Kini, kutapaki setiap dimensi perjalanan
Menatap mega membumbung bertenggada
Menghingpun onak yang kian perang
Untuk berhenti atau melaju pergi.
Itulah, kematian yang selalu kurindui
Hidayah yang selalu kunanti
Yang dulu meninggikan ego
Kembali pulang kepangkuan pertiwi.
Hijrah kehadapan illahi.
Taiwan, 15 Juni 2018
E-sertifikat sebagai kontributor lomba.