Lhoksukon: Proses evakuasi alat berat bulldozer yang dilakukan para pekerja proyek pengadaan jalan baru yang berada di daerah pedalaman desa Peureupok kec, Payabakong A.utara (28/1217)di sebuah lahan perkebunan milik warga matang kuli.
Saat dilakukan pengerjaan penerobosan jalan tersebut alat berat yang di gunakan jenis bulldozer tersebut mengalami hambatan dikarenakan terperosok kedalam lumpur dan tidak bisa bergerak, segala upaya pun dilakukan dalam proses evaluasi seperti menyelipkan batang kayu dibawah roda, dan menggunakan excavator untuk membantu evakuasi bulldozer tersebut namun tetap saja tidak bisa ditarik keluar yang terjebak dalam lumpur, hingga hal mistis pun dikaitkan.
Menurut informasi yang diperoleh dari pemilik lahan tempat bulldozer tersebut terjebak, ini berkaitan dengan adanya hajatan (kaoi) yang belum dia laksanakan sehingga menyebabkan alat berat yang digunakan untuk pengadaan jalan itu terikat didalam lumpur sedalam -+1,5. "Ada hajatan saya yang belum saya lunaskan dulu diwaktu saya pertama kali membuka lahan perkebunan ini sampai sekarang belum saya selesaikan itu berupa satu ekor kambing" kata pemilik lahan tersebut.
Tidak hanya terjebak dalam lumpur bulldozer tersebut juga mengalami masalah kerusakan teknis yaitu bagian rodanya mengalami masalah yang sangat serius.
Salah satu roda sebelah kanannya tergelincir yang membuat bulldozer tersebut tidak bisa bergerak hingga para mekaniknya harus harus melakukan pemotongan roda jenis rantai tersebut untuk bisa digunakan kembali dikarenakan mengalami perubahan panjang.
Setelah dua hari terjebak dalam lumpur barulah bulldozer tersebut bisa keluar dari lumpur yang membuatnya lumpuh dan hilang tenaga, dikarenakan pemilik lahan telah menyelesaikan utang piutangnya dengan menyembelih dua ekor kambing sekaligus untuk dimasak dan dimakan bersama masyarakat setempat.