Seorang lelaki tampak sigap menutup pintu kayu berdaun lebar. Wajahnya dingin, sedingin cuaca November saat hujan sedang deras-derasnya. Di dinding sebelah kanan pintu, Soekarno tampak gagah berjalan dalam pigura berwarna perak. Dalam bentuknya sebagai lukisan.
Usai mengunci pintu, dibaliknya sebilah papan yang menggantung disana.
RAJA SEDANG MABUK