Lalu ia pun bertanya,bagaimana jikalau sore ini kita kembali lagi ke tempat yang kemarin itu, oh iya iya, jawabku mengiyakan. Karna ku rasa alam sangat bersahabat hari ini untuk kita menanti mentari.
Cepatlah Nikmati..!! pasir putih dan gelombang yang ramah, angin yang bertiup lembut dan menyapa indahnya hari ini.
Besok lagi, besok kita kesini lagi liat mentari yang pulang sampai senang menjelang.
bocah kecil dengan mainan pasir yang terus ia genggam sejak tadi, “Siapa namanya kak?”Aku hanya tersenyum memandangnya lalu bergumam dalam hati, “Namanya seperti awan di sore ini, awan yang ditemani dengan angin yang bernyanyi dengan merdu bersama ranting,awan yang dikala senja tak selalu terlihat memerah. Awan yang kelabu, yang selalu kelabu dikala aku melihat senja, yaa dialah itu yg ada di depan mata mu.
Karena Senja itu membuat mu untuk memilih dan membawa mu ke batas hari, menyesali siang atau menempuh malam.