Di sisi hamparan sawah desaku terdapat sekumpulan bunga kenikir warna kemenasan tumbuh begitu riang di kebun kosong berbatas dengan pematang sawah. Bunga ini menjadi hiasan petani saat pergi ke sawah, apalagi di siang hari mengeluarkan warga keemasan mengkilap dibakar terik matahari.
Sontak siang itu saya yang sedang berjalan tertarik menghampiri dari dekat dan langsung memotret beberapa foto dengan gadget Xiomi milik saya. Bagi warga desa, bungong meuh--sebutan masyarakat daerah saya kepada bunga kenikir itu bukanlah bunga asing lagi.
Bagi masyarakat desa, bunga kenikir ini memiliki khasiat untuk obat. Secara turun temurun, bunga ini diyakini dapat menyembuhkan sakit perut. Saya kecil pernah merasakan bagaimana ketika sakit perut dioles bunga ini setelah dihancurkan sehalus mungkin.
Bunga ini tidak perlu perawatan tingkat tinggi--cukup menanam saja dan menjaga agar tidak dimakan oleh ternak atau diganggu oleh siapa saja. Maka pertembuhan bunga ini akan subur dan berbunga dengan lebat.