Argentina lolos dengan susah payah dari Grup D ke putaran kedua Piala Dunia 2018 di Rusia. Tim yang dihuni mega bintang sepakbola Lionel Messi tersebut dibuat kerepotan oleh semangat juang para pemain Nigeria. Walaupun Messi mampu mencatatkan namanya untuk pertama kali dalam turnamen akbar empat tahunan bertajuk World Cup 2018 itu, Argentina nyaris gagal lolos ke babak 16 besar. Beruntung bagi Argentina, Pemain bawah mereka Marcos Rojo mampu menciptakan Gol penentu kemenangan pada akhir pertandingan.
Lalu, apa yang salah dari seorang Lionel Messi? Pantaskah semua beban diembankan kepadanya oleh jutaan penduduk Argentina? Mengapa mereka selalu saja membandingkan penampilan Messi untuk tim nasional dan klubnya FC Barcelona?
Tulisan singkat ini bukanlah upaya pembelaan terhadap seorang Lionel Messi. Anda tahu bahwa sepakbola itu adalah sebuah permainan yang dimainkan oleh 11 orang pemain. Messi adalah pemimpin tim nasional Argentina dan dia butuh dukungan rekan-rekannya yang lain. Sehebat apapun satu pemain tetap saja tidak akan mampu memenangkan sebuah laga sendirian.
Situasi berbeda antara Barcelona dan Argentina
Situasi yang berbeda dialami Messi ketika berkostum Barcelona. Dukungan dari banyak oemain yang punya kemampuan rata-rata di semua lini membuat Messi bebas bergerak kemana saja dan mudah sekali baginua mencetak gol demi gol kemenangan nagi Barcelona.
Para pengurus klub Barcelona mengerti bahwa Messi butuh dukungan dari para pemain yang mampu membuatnya nyaman. Sehingga mereka selalunsaja membeli pemain baru yang mampu bermain dengan irama Messi. Hal inilah yang membuat situasi sangat berbeda ketika Messi bermain untuk tim nasional Argentina. Dia butuh pemain yang mampu membuatnya nyaman. Messi butuh pengumpan jitu seperti Sergio Busquet, Rakitic, dan Andeas Iniesta. Dan di Barcelona, tandem Messi seperti Luis Suarez memahami dengan baik arah pergerakan Messi.
Bagai mana dengan situasi Lionel Messi ketika berseragam tim nasional Argentina?
Pelatih Jorge Sampouli membawa skuad yang timpang ke Rusia. Anda dapat melihat dari susunan pemain yang diturunkan dalam 3 laga yang dimainkan Argentina di Grup D. Mereka kelebihan pemain depan, sementara para pemain tengah yang berfungsi sebagai pengatur permainan malah dihuni oleh pemain tua seperti Mascherano dan Lucas Biglia. Adanya Gelandang kreatif seperti Javier Pastore tidak mendapatkan tempat dalam skuad Argentina. Keberadaan Ever Banega dan Pablo Dybala bersama Messi dan kawan-kawan sama sekali tidak dimanfaatkan dengan baik oleh Sampouli. Alih-alih menduetkan Messi dan Dybala, mantan Pelatih Chili itu lebih memilih Lucas Biglia dan Mascherano untuk menopang pergerakan Messi dan Aguero atau Higuain.
Apakah Anda mampu berpikir jernih ketika pemain berbakat seperti Dybala harus menghangatkan bangku cadangan selama turnamen berlangsung? Apakah dia akan disimpan oleh Argentina ketika mereka bermain di partai Final nantinya? Entahlah!
Saya hanya ingin katakan bahwa Messi adalah manusia biasa bagi Argentina. Dia akan dianggap Pemain luar biasa ketika dia berhasil membawa Argentina meraih gelar Piala Dunia. Pertanyaannya, sejauh mana Argentina mampu berlari di Rusia dengan skuad yang mereka miliki saat ini?
Messi adalah manusia biasa bagi Argentina. Bila dia berhasil bawa Argentina ke partai puncak sebuah turnamen dan gagal juara, maka Messi selalu menjadi pemain yang paling disalahkan.
Final saja tidak cukup bagi orang Argentina. Mungkin bagi warga Negara lain, lolos ke Piala Dunia saja adalah kenangan terindah dan dicatat sebagai sejarah mentereng bangsa tersebut.
Bagai mana menurut Anda?
Tetap semangat dan salam olahraga.[Pupchoek]