PERHELATAN turnamen sepakbola terakbar di dunia atau yang lebih populer disebut dengan Piala Dunia, diakui atau tidak, menjadi panggung bagi setiap negara untuk menunjukkan eksistensinya. Untuk piala dunia kali ini --yang segala aktivitas pertandingannya dipusatkan di Rusia, beberapa negara Islam menunjukkan taringnya. Ini merupakan kebanggaan bagi warga Islam.
Sebut saja Arab Saudi, Iran, Mesir, Maroko dan Tunisia. Mereka merupakan tim underdog, yang untuk melewati fase grup saja tidak diunggulkan, apalagi dijagokan sebagai pemenang di turnamen terakbar itu.
Walau demikian, bagi kita yang menganut agama Islam --setidaknya bagi saya-- hadirnya negara-negara Islam di pentas Piala Dunia kali ini menjadi semacam aura baru, yang mana kita sebagai penikmat dunia sepakbola tahu tempat untuk melabuhkan "perhatian baru". Tidak melulu pada negara-negara yang masyarakatnya non Islam --tentu ini bukan bentuk primordialisme dari saya.
Terbukti, seperti halnya warga Iran, mereka berduyun-duyun memenuhi stadion, dimana tim Iran menjalani laga sepakbola itu. Meskipun diawalnya sempat mendapat larangan dari pemerintah setempat mereka. Karena faktor ideologis dan teologisnya.
Di berbagai tempat yang lain, meskipun tak ada negaranya menjadi peserta turnamen tersebut, semua warga dari kalangan manapun tetap antusias dan begitu bersemangat menikmati. Mulai dari pekerja kantoran, pengusaha, politisi, hingga bintang film porno --seperti saat laga Rusia melawan salah satu tim peserta Piala Dunia. Semua menyambut antusias laga demi laga pada turnamen terakbar tersebut.
Namun sayangnya, beberapa negara yang terkenal hebat dengan dunia sepakbola, kali ini terpaksa haru menjadi penonton. Italia, Belanda, Turki, Chile, dan Amerika Serikat, mereka adalah peserta rutin Piala Dunia. Akan tetapi kali ini mereka harus pasrah menjadi penikmat dari luar lapangan.
Semoga saja, harapan kita, tim-tim sepakbola dari negara Islam yang kali ini tampil di Turnamen sejagat itu, tidak mendapat pengalaman yang sama dengan negara-negara semacam Italia dan Belanda. Semoga negara-negara Islam dapat berjaya dengan sepakbola.
Untuk Indonesia, kita tidak berani menaruh harapan. Entah kapan Indonesia bisa tampil di Piala Dunia? Mungkin Roy Kiyochi saja belum mencium aroma Indonesia akan berada di Piala Dunia. #nyanban