Img: twitter
Anda terkantuk-kantuk ketika menyaksikan laga Spanyol vs Rusia semalam? Sama, saya juga.
Namun, mata saya mendadak terbuka sedikit ketika turun minum seorang komentator menyebutkan kira-kira begini, (kalau salah mohon dimaafkan). "seperti permainan catur yang membosankan". Sungguh komentar yang tak perlu ditanggapi berapi-api sekiranya orang-orang Percasi mendengarnya. Wahai Bung Komentator, Anda jelas-jelas salah tempat menyamakan catur dengan sepak bola. Pun, jika Anda menyebutkannya membosankan. Hmmm, kalau pun iya permainan kedua tim begitu garing plus receh, jangan gitu dong, bung. Sebagai orang yang tak pandai catur saya jelas-jelas tersinggung. Sejak kapan, Bung, catur membosankan? Ia butuh otak untuk bermain, ia perlu strategi. Orang bisa main catur sambil begadang. Apakah sepak bola bisa dibuat seperti itu? Dimainkan pada dinihari?
Oke jika Anda gemas melihat cara Spanyol bermain, oper bola sana-sini, golnya cuma satu. Itu juga bunuh diri. Selama 90 menit plus Spanyol bermain nyaris tak ada tusukan menggetarkan untuk membikin dada ini ser-ser-dug. Di separuh lapangan pemainnya membawa bola sambil jalan-jalan. Tidak ada tendangan-tendangan gledek yang coba dilesakkan para pemainnya. Eh, begitu penalti kalah mereka, tu.
Anda juga lihat Bung, betapa tak berdayanya Spanyol membongkar pertahanan Rusia yang entah pakai formasi apa. Mungkin 1-10, entahlah.
Namun Anda harusnya tak berkomentar demikian. Sebagai pecinta bola wahai Bung yang tak boleh saya sebut nama, saya ikut malu mendengarnya. Anda kehabisan kata-kata? Rasanya Anda kurang minum.
Kalau Anda mengharapkan Spanyol bermain lebih mengigit, datang dong ke stadionnya, bisikkan sama Hiero bagaimana cara bermain yang gagah. Tentu nggak bisa Bung. Anda nggak bakal diizinkan. Maka dari itu, Anda harus memilih lagi besok kata-kata apa yang bakal disampaikan.
Lagi pula pertandingan butuh satu pemenang, kan? Kalau Spanyol nggak menang, memangnya salah Rusia? Yang salah tetap Argentina, Portugal, dan Germany. Siapa suruh mereka cepat-cepat pulang kampung. Eh, kok nggak nyambung ya...