Karena kopi selalu layak dijadikan narasi,
meski berisi pedihnya isi hati
maupun senangnya perasaan di hati.
Cinta mampu menghabiskan dirinya sendiri, setiap hari, menanti untuk diisi lagi, berulang kali
Maka cinta bukan untuk hati yang mudah berganti, bukan untuk jiwa yang mudah pergi.
Candu, secangkir kopi itu selalu meracik rindu.
Diteguk tanpa ragu
Tercecap kepahitan, mungkin kepedihan
Rasanya dada terlalu banyak menyimpan perasaan
Entah pahit atau manis
Entah bahagia atau luka
Harusnya dinikmati bersama
Serupa kau mengadu pada secangkir kopi setiap kali sedih menyerang hatimu
Serupa tangismu pecah di tempat yang kau sebut rumahmu
Monetize Your Social Media Content With Steem. This content is posted using SteemPress : http://narasilestari.com/candu-secangkir-kopi-itu-selalu-meracik-rindu/