Pernah memiliki atau setidaknya melihat pohon kedondong? Sebenarnya, secara umum, pohon ini tak memiliki keanehan, alias wajar-wajar saja sebagaimana pohon lainnya. Akan Tetapi, kedondong memiliki hama khusus berupa ulat yang sering menyerang pohon ini. Jika sudah terserang, seluruh bagian pohon bisa dikerumuni ratusan ulat yang tak hanya menjijikan, tetapi bikin gatal kalau terkena badan.
Inilah yang membuat banyak orang malas menanam pohon kedondong. Padahal, kedondong memiliki banyak khasiat. Buah kedondong yang manis-manis asam, merupakan bahan makanan yang cukup populer.
Adapun daun kedondong, bagi masyarakat 'zaman now' mungkin belum terlalu banyak dikenal manfaatnya, sehingga orang sering membuangnya begitu saja. Meski begitu, sebenarnya daun kedondong sudah lama dipakai nenek moyang kita untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit, dari penyakit mata, borok, hingga untuk menjaga kesehatan tubuh.
Kedondong memiliki nama latin Spondias dulcis dan termasuk dalam keluarga Anacardiaceae, masih satu famili dengan mangga. Sebagaimana dilansir dari, tanaman kedondong ternyata memiliki banyak manfaat, yaitu memiliki kandungan senyawa antioksidan yang sangat kuat, berasal dari kandungan vitamin C dan senyawa polifenol berupa flavonoid, saponin dan tanin. Tak hanya pada buahnya, ternyata daun kedondong juga mengandung zat tersebut. Kandungannya juga tak kalah kaya dibandingkan dengan buahnya.
Apa saja penyakit yang bisa diringankan atau dicegah dengan daun kedondong. daun kedondong mampu membantu mengatasi diare, luka bakar, sakit mata, perdarahan post partum, radang tenggorokan, serta disentri.
Selain itu, efek antioksidan pada daun kedondong juga sangat bagus untuk menjaga kesehatan tubuh, meningkatkan imunitas alias daya tahan tubuh dari serangan parasit, mengontrol kadar kolesterol, serta mencegah terbentuknya gugus radikal bebas sehingga bisa mencegah kanker.
Daun kedondong bisa dimakan sebagai lalap, khususnya daun yang masih muda. Tak usah ragu untuk sering-sering mengonsumsi daun ini layaknya sayuran. Sup iga yang sedap, akan semakin lezat jika diberi rasa asam daun kedondong.
Memang, di masyarakat kita, daun ini sudah terbiasa digunakan sebagai bumbu. beberapa masakan khas Sulawesi Tenggara, menggunakan daun kedondong hutan (kakolo) sebagai bumbu makanan seperti ayam kandara.
Saat terkena wasir, daun kedondong muda bisa dikunyah dan dimakan sebagaimana sayur. Untuk mengatasi luka, lumatkan beberapa lembar daun muda, lalu tempelkan di borok atau luka yang diderita.