Ketika Berkaca
seseorang entah siapa datang padaku,
“akulah masa lalu,” ujarnya.
kutikam ia dengan kenangan, “inilah belati yang meluka waktu. kini bawalah segala yang pernah disayatnya ke dalam kuburmu,”
seseorang entah siapa datang padaku,
“akulah masa depan,” ujarnya.
aku bergegas menutup angan. mengintip di lubang harapan
“jika hanya buai khayal dan gelembung mimpi, usah sebut ia impian. simpanlah dalam pandoramu,” kataku
seseorang entah siapa datang padaku,
“akulah masa kini,” kataku sebelum ia berkata apa-apa.
ia menangis tersedu, lalu berkata,
“bukankah kau hanya bebayang dalam pigura kaca?”
1433