Lambaian nyiur tak berangin
Panas hari tak bermentari
Debu suci seolah mainan
Bagi dia wanita impian
Siang bagaikan malam
Singkong menjadi harian
Yang di harapkan tak kunjung datang
Tawa tak kunjung reda
Hai ayahanda disana
Lupa siapa dirinya
Ibu yang telah disyurga
Tawaku hanya untuknya
Tak tau waktu kapan menjawab
Bagaikan biasan fatamorgana
Masa depan yang kelam
Terombang ambing di laut dalam