Sudah tiga hari, horor berlangsung tanpa henti. Bombardir rudal dari jet tempur dan bom barel rezim Militer Suriah berjatuhan langsung di atas tanah Ghouta Timur. Sejak Senin (19/2) sampai dengan hari Rabu (21/2), di balik runtuhan bangunan yang ambruk pasca serangan udara, jasad-jasad anak Suriah dikeluarkan perlahan.
Tim medis dan aktivis kemanusiaan yang bekerja dalam debu dan darah di Ghouta Timur mengatakan, sedikitnya sudah 260 korban tewas yang terdata. Sementara itu jumlah korban luka sudah mencapai lebih dari 500 orang. Pasca bombardir yang dilakukan di hari Rabu, Kamis, dan Jumat.
Selengkapnya https://act.id/news/detail/horor-di-ghouta-timur-ratusan-warga-sipil-suriah-tewas