KUSIMPAN DIRI PADA RUANG SEPI
Muklis Puna
Angin barat berteriak memekak telingaku,
Potongan cahaya memantulkan kebohonganmu di ubun-ubun
Pantai di bibirmu meludahkan riak kecil memikul kecurigaan
Semalaman Kau sulam cerita selama satu purnama
Tiba tiba igauanmu terpeleset di luar alur
Sendiri kupikull keresahan, hingga subuh ku langkahi tanpa beban
Lubang kebohongan menganga menerkam cemburu menderu
Kulihat bola matamu tak selaras dengan jiwa
Jidatmu berkerut, ruang dada memberontak pada diksi rekayasa
Kau coba iringi dengan musik kemesraan biar lirikmu tak menebus saraf
Tlah kau campakkan pada wajahku, peluh murka tertibun menggantung di dagu kesabaran
Aku menyimpan diri pada sepinya ruang
Auman harimau di dada kuhentikan dengan taraian indahmu
Improvisamu menghanyutkan penonton jalanan, arah cerita melompat di tingkap naskah
Sandiwaramu monoton kawan....
Satu persatu isi teater menyelinap keluar lewat pikiranya
Lhokseumawe, 12 Mei 2017