Dijalan raya khususnya di lampu merah, rasa sabar terasa sangat tipis. Sebagai contoh, 4 detik sebelum lampu merah berubah hijau sudah mulai ada yang menyalakan klakson tet tittt tott.... padahal bukan kah semua orang ingin cepat, semua orang punya kesibukan masing_masing, semua orang tidak mau berlama-lama berhenti disitu. Bukankah setiap orang perlu waktu sskitar 1 sampai 2 detik untuk memperhatikan kenderaan sekitar, menarik rem tangan dan menggantin persnoling sebelum benar-benar berherak setelah hijau mulai menyala.
Rasanya jarang sekali ada orang yang tertidur di persimpangan lampu merah, saya rasa ini terkait dengan mental, sikap dan tingkat kesabaran masing-masing individu. Atau mungkin penuh dengan prasangka bahwa orang di depan pasti akan menghambat saya, pasti asik dengan hp, lupa lihat lampu, asyik ngobrol, dan sebagainya.
Padahal kalau kita mau perfikir, mana ada sih orang yang mau berlama-lama di lampu merah, kan semua orang juga biru-buru, jadi sebenarnya menilai suatu masyarakat itu mudah sekali, lihat saja perangai orang tersebut saat berada di lampu merah.