World Health Organization (WHO) merekomendasikan penggunaan kayu siwak dalam perawatan gigi dan mulut. Ketahuilah, anjuran ini sangat tidak asing lagi terdengar bagi umat islam. Penggunaan kayu siwak sudah terlebih dulu dipesankan oleh Nabi besar Sayyidina Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam. Sebagaimana yang tersebut dalam sebuah hadist
أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ حَسَّانَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ شُعَيْبِ بْنِ الْحَبْحَابِ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَكْثَرْتُ عَلَيْكُمْ فِي السِّوَاكِ
Telah mengabarkan kepada kami [Yahya bin Hassan] telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Zaid] dari [Syu'aib bin Al Habhab] dari [Anas] radliallahu 'anhu. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda : Aku sering memerintahkan kalian untuk bersiwak. [HR. Darimi No.678].
Saya yakin tiap rumah punya satu kayu siwak, jika tidak anda yang menggunakan pasti ibu atau ayah pernah menggunakan. Jika pun tidak, yasudahlah. Minimal pernah melihat bentuk kayu siwak. Kayu siwak mengandung senyawa kimia yang berfungsi sebagai antibakteri sehingga sangat efektif melawan bakteri penyebab plak dan bau mulut. Senyawa kimia tersebut berupa rimetilamin, klorida, fluorida, silika, sulfur, vitamin C, resin, tanin, saponin, flavonoid, alkaloid yang disebut salvadorini, herbal steroid yang disebut βsitostreol, sterol dan sejumlah besar mineral. Bahkan, sekarang ini sangat mudah mendapatkan terobosan pasta gigi yang diolah dari ekstrak kayu siwak.
Setiap anjuran nabi, pasti memiliki faedah bagi dzahir maupun bathin
Namun seringnya untuk meyakinkan seseorang yang sangat mengandalkan logika semata, kita perlu memberikannya bukti-bukti ilmiah. Efektivitas kayu siwak tentu bukan sekedar teori saja, banyak jurnal penelitian yang telah diterbitkan dengan hasil positif bersifat sebagai antibakteri kuat.
berikut link jurnal penelitian tentang efektifitas kayu siwak. Silahkan klik, dan semoga bisa menjadi tambahan wawasan bagi kita
Semoga tulisan ini sedikitnya dapat bermanfaat untuk menumbuhkan kecintaan kepada sunnah-sunnah nabi dimana pola dan gaya hidup beliau yang patut menjadi referensi sebagai panutan dan teladan.
Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad.
_ukhalid