ya
hari ni resah itu datang lagi,
seperti seekor anak ayam yg kehilangan jejak induk nya. ya seperti
mencari panutan yg sepantas nya jadi panutan!!
ah dunia terkadang tak adil ketika dukungan itu nihil dan jembatan masih terputus,sementara dibawah kerumunan buaya tersenyum sadis masih setia menunggu, sang kancil bisa apa?? apakah harus seperti dongeng2 pengantar tidur dulu?? dengan melompati tubuh buaya satu persatu..
haha mustahil.. belum melompat.. mulut buaya pasti sudah berada di jari jemari kaki.
dukungan itu seperti apa ya?? seperti kapas?ikan?atau durian??
dan akhir nya sang kancil mati secara perlahan diujung jembatan dengan otak yang masih berimajinasi ketika sudah sampai di sebrang jalan.
brani mencoba..??