bentuk batu nisan pada masa kerjaan aceh
Kerajaan aceh berkembang sebagai kerajaan islam dan mengalami kejayaan pada pemerintahan sultan iskandar muda perkembangan pesat yang di capai oleh kerjaan aceh tidak terlepas dari letak kerajaannya yang srategis, yaitu di pulau sumatra bagian utara dan dekat dengan jalur perdagangan internasional pada masa itu, ramainya aktivitas pelayaran perdagangan melalui bandar-bandar perdagangan kerjaan aceh, mempengaruhi perkembangan kehidupan kerjaan aceh dalam bidang, seperti aspek kehidupan ekonomi politik sosial dan kebudayaan
Kerajaan aceh dirintis oleh mudzaffah syah pada abad ke 15 masehi , pusat kerajaan di bangun diatas puing-puing kerajaan lamuri, sebelah barat samudera pasai status kerjaan , status kerajaan penih diraih semasa pemerintahan ali mughayat syah sebagai hasil penyatuan dua kerjaan, yakni lamuri dan dar al-kalam.
Karena letaknya dijalur lalu lintas pelayarab dan perdagangan selat malaka, kerjaan aceh menitik berkatkan perekonomian pada bidang perdagangan. Di bawah pemerintahan sultan alaudin riayat syah aceh berkembang menjadi bandar utama di asia bagi para pedagang mancanegara, bukan hanya bangsa inggris dan belanda yang berdagang di pelabuhan aceh, melainkan juga bangsa asing lainnya seperti arab, persia, turki, india, syam, cina, dan jepang
Barang yang diperdagangkan dari aceh, anatara lain lada, beras, timah,emas, perak, dan rempah-rempah (dari maluku) orang yang berasal dari manca negara (impor), antara lain dari koromandel (india), porselin dan sutera (jepang dan china), dan minyak wangi dari (eropa dan asia tengah) kapal dangang aceh juga aktif dalam melakukan perdagangan samapai ke laut merah