Cincin ungu kesayangan ku yang hampir miris lenyap. Sudah hampir 10 hari cincin ini tak berada dijari manis, gelisah tangan dan tubuh ku kerna sebagian semangat juang ada disini.
Ketika beduk berbunyi tanda nya berbuka puasa dimulai disitulah ingatan ku kembali bahwa kemaren cincin ungu ini berada didalam kantong celana yang sedang di loundri.
Bergegas ku hampiri ke tempat loundri untuk mengkroscek apakah cincin ungu itu masih ditemukan? Atau sudah lenyap tanpa jejak...
Ini bukti bahwa cincin ungu selalu menemani perjuangan ini.