Hampir semua peradaban manusia mengenal musik, sejak masa pra-sejarah hingga kini. Mulai dari peradaban besar seperti Mesopotamia, Mesir, India, Yunani, Persia, Romawi, hingga peradaban di pulau-pulau terpencil di Pasifik. Seperti sudah insting bagi manusia untuk mencintai musik dan nada, bahkan saat kebutuhan pokok belum sepenuhnya terpenuhi pun manusia sudah mulai membuat nada.
Pada awalnya musik digunakan sebagai bagian dari ritual kepercayaan masyarakat purba, dalam tarian meminta hujan, ritual sebelum berperang dan sebagainya. Dalam perkembangan berikutnya manusia menggunakan musik untuk tujuan yang lebih luas, terutama untuk hiburan. Saat ini musik sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia moderen, ia menjelma menjadi bagian dari industri hiburan yang besar.
Tiap-tiap suku di Nusantara pun memiliki musiknya masing-masing, juga alat musik yang berbeda-beda. Salah satunya adalah angklung yang menjadi ciri khas masyarakat Sunda. Walaupun angklung juga bisa ditemukan di daerah lain, namun ia sudah melekat menjadi ciri khas Jawa Barat. Seperti di peradaban kuno lainnya, pada awalnya angklung pun digunakan masyarakat Sunda dalam ritual kepercayaan yaitu untuk menarik hati Dewi Padi pada awal musim tanam. Alat musik ini dibuat dari bambu yang banyak tumbuh liar di sepanjang aliran sungai di Jawa Barat.
Foto diatas memperlihatkan sekelompok anak sedang memainkan alat musik angklung di Jawa Barat pada tahun 1880. Sedangkan foto dibawah ini memperlihatkan sekelompok anak di Jawa Barat sedang bermain angklung pada tahun 1918.
Foto: Stoop dan Tropenmuseum