Pagi-pagi habis kirim catering pesanan ke pelanggan, tiba-tiba aplikasi shopee berdering, ternyata pesanan pengiriman shopee express "nyantol". Tanpa perlu waktu lama saya langsung pun merespon mengambil barang kiriman terlebih dahulu ke tempat penjual barang yang terletak di daerah lingkar timur kota Sidoarjo.
Ternyata setelah saya lihat lokasi alamat pengirimannya ada di dusun pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, dengan jarak tempuh 17 Kilometer dari lokasi penjual berada. Sebelum saya berangkat, terlihat sisa baterai motor listrik Volta 401 yang saya 'tunggangi' tinggal enam puluh tujuh persen.
Sebetulnya agak ragu untuk berangkat ke lokasi pengirimannya dengan sisa baterai tersebut, karena jarak tempuh pulang pergi terhitung tiga puluh empat Kilometer. Berbekal dengan pengalaman yang ada serta perhitungan agak spekulatif maka saya memberanikan diri untuk mengirim barang yang terbungkus plastik hitam seberat tujuh kilogram tersebut.
Perjalanan tersebut melewati jalan pedesaan daerah Sidoarjo, dan menuju ke daerah ke kecamatan Wonoayu. Perjalanan yang memakan waktu sekitar tiga puluh menitan tersebut akhirnya telah ditempuh. Tapi ada masalah klasik yang muncul, ini sering dihadapi oleh para driver ojol. Permasalahan itu adalah tidak sesuainya titik pengiriman di peta dengan alamat penerima.
Saya diberikan titik lokasi pojok peternakan sapi yang berdekatan dengan area persawahan. Otomatis saya segera menghubungi pembeli via telepon dan ternyata benar, titik lokasi peta pengiriman salah dan akhirnya diberikan petunjuk peta via Whatsapp. Walaupun begitu saya tetap bertanya pada dua orang ibu-ibu yang sedang bertransaksi sayur mayur, akhirnya saya mendapatkan petunjuk arah.
Ternyata titik lokasi peta pengiriman meleset sekitar dua setengah Kilometer dari alamat yang tertera. Beruntung kini petunjuk peta sesuai dengan alamat pengirimannya akurat dan akhirnya barang pun tersampaikan. (hpx)