Suatu akhir pekan, saya melawat ke Aceh Tengah, tujuan utamanya adalah Intat Linto. Sahabat saya berjodoh dengan seorang perempuan di Aceh Tengah. Hari itu, seusai makan siang, kami menyempatkan diri merebahkan pikiran di sekitaran danau Lut Tawar.
Banyak tempat santai bagus sambilan ngopi. Seorang teman merekomendasi di sebuah Cafe yang sedang hype jatuhnya ke Tujuh Semeja. Suasananya nyaman, tetapi hidangan minumannya, kopi berbagai menu racikan, biasa saja. Sanger arabika di kampung saya lebih nendang.
Menjatuhkan pandangan di Lut Tawar, saya berpikir sedang di luar negeri, Lut Tawar memang cakep betul, seperti di judul yang saya tulis, dari sudut manapun tetap saja memukau.