Beberapa hari terakhir jaringan Telkomsel bikin emosi saya nanjak seketika macam mata uang kripto. Ditambah lagi cuaca panas membara, membikin emosi naik berkali lipat. Umpama emosi saya terpajang di laman jual beli kripto, alamat cuan para kolektor.
Pun begitu semangat tak boleh luntur, apapun kedaannya kita mesti selalu bersyukur, begitu kata guru saya suatu ketika. Kurangi keluhan, bila perlu minum Selanis.
"Guru ini pintar juga, ditengah orang lagi emosi, sempatnya ia promosi produk minumannya, bangke! Kalo bukan guru alamat saya pergi saja" begitu isi pikiran saya.
Minuman ini, guru melanjutkan, enak diminum di cuaca yang membuat jemuran cepat kering. Selanis dibikin dari ramuan rempah lokal, di proses dengan jiwa-jiwa alami yang menghasilkan nikmat bukan kepalang.
"Iklan macam apa ini, membingungkan" saya semakin emosi.
Tepatnya begini, Selanis diramu dari campuran bunga telang, serai, jeruk nipis, cengkeh dan kayu manis. Sehat itu emang dari alam. Coba kau minum. Kemudian ia menyodorkan.
Hampir saja ujung botol menyentuh mulut saya, ia berujar, "lima ribu perbotol" saya tersentak hampir tak jadi minum. "Silahkan dinikmati anak muda, soal harga gampang saja."
Benar menyegarkan, rasanya sebelas dua belas dengan jamu pasaran. Tapi ini versi ringan, nyaman di tenggak sekaligus. Tenggorokan enak, bersahabat dengan indera perasa.
"Bagaimana anak muda?"
"Top guru, dapat juga membikin emosi turun!"
"Khasiat lain coba kau baca tulisan di botol"
Menjaga tubuh tetap prima.